Puisi “Seribu Dering Telepon Menyerbu Sajakku”

Puisi ini ditulis oleh: Pulo Lasman Simanjuntak

Pulo Lasman Simanjuntak
Ilustrasi: Seorang pria tua sedang duduk di bangku sambil menonton televisi - (Sumber: MMNS)

MAJMUSSUNDA NEWS – Kolom BUDAYA/SASTRA, Senin (06/04/2026) – Sebuah puisi berjudul “Seribu Dering Telepon Menyerbu Sajakku” ini merupakan hasil karya Pulo Lasman Simanjuntak, seorang penyair produktif. Saat ini penulis berdarah Batak ini tinggal di Kota Tangerang Selatan, Jawa Barat.

Seribu dering telepon
Menyerbu sajakku
Setiap hari
Tanpa beban
Tak terlihat wajah garang

Mereka mau menulis
Pesan syair-syair  kelabu
Sepanjang abad kesakitan

Melalui nomor-nomor
Ganjil dan genap
Tercatat
Lewat kabel jaringan
Udara beracun

Haruskah kuangkat-
Penuh ketakutan
Luar biasa

Awalnya dari kaki-kaki besi
Terjebak pada pinggiran danau tua
Berakhir di layar mesin
Kurs mata uang
Jadi utang piutang

Jakarta, April 2026

***

Judul: Seribu Dering Telepon Menyerbu Sajakku
Pengarang: Pulo Lasman Simanjuntak
Editor: JHK

Sekilas tentang Penyair

Penyair bernama lengkap Pulo Lasman Simanjuntak ini dilahirkan di Kota Surabaya pada 20 Juni 1961. Pendidikan tingginya ia tempuh di Sekolah Tinggi Publisistik (STP), Jakarta.

Selain aktif sebagai Ketua Komunitas Sastra Pamulang (KSP), Pulo Lasman Simanjuntak  juga aktif diberbagai organisasi/komunitas sastra, di antaranya sebagai anggota Sastra ASEAN, Dapur Sastra Jakarta (DSJ), Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI), Bengkel Deklamasi Jakarta (BDJ), Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia, dan lain-lain.

Pulo Lasman Simanjuntak
Pulo Lasman Simanjuntak, Penyair – (Sumber: Koleksi pribadi)

Tonggak bersejarah bagi Pulo Lasman Simanjuntak  adalah ketika ia pertama kali menulis puisi berjudul “Ibunda”dan dimuat di Harian Umum KOMPAS pada Juli 1977. Peristiwa ini membuatnya semakin bersemangat dalam berkarya.

Pada periode 1980-2022 beberapa karya sastranya mulai diterbitkan di Majalah Keluarga, Dewi, Nova, Monalisa, Majalah Mahkota, Harian Umum Merdeka, Suara Karya, Jayakarta, Berita Yudha, Media Indonesia, Harian Sore Terbit, Harian Umum Seputar Indonesia (Sindo), dan puluhan media lainnya.

Penyair yang namanya pernah masuk dalam buku “Apa & Siapa Penyair Indonesia ” dan buku “Leksikon Sastra Indonesia” ini pernah menerbitkan buku kumpulan karya sastranya, di antaranya buku berjudul “Traumatik”(1997), “Kalah atau Menang” (1997), “Taman Getsemani”(2016), “Bercumbu Dengan Hujan ” (2021), “Tidur Di Ranjang Petir” (2021),  ”Mata Elang Menabrak Karang” (2021), dan “Rumah Terbelah Dua ” (2021).

Selain itu,penyair yang mempunyai motto “Menulis Puisi Memang Tak Pernah Mati” ini, beberapa puisinya juga telah terhimpun dalam 26 buku antologi puisi bersama para penyair seluruh Indonesia lainnya.

Penyair Pulo Lasman Simanjuntak kini bermukim di Perum Pamulang Permai I, Jln.Bougenville 5 Blok A42 No.8,  Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Ia bisa dihubungi melalui WhatsApp (WA): 0856-1827-332.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *