Prof. Dr. H. Arif Sumantri, S.K.M.,M.Kes., Menyampaikan Penguatan Organisasi pada Rakor HAKLI Provinsi Jawa Barat

Acara tersebut berlangsung pada Sabtu (31/01/2026) di Ahadiat Hotel & Bungalow, Jln. Sindang Sirna Elok No.9, Sukarasa, Kota Bandung, Jawa Barat.

Prof. Dr. H. Arif Sumantri, SKM., M.Kes. selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat HAKLI
Prof. Dr. H. Arif Sumantri, S.K.M., M.Kes. Ketua Umum Pimpinan Pusat HAKLI - (Sumber: MMNS)

MAJMUSSUNDA NEWS, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (31/01/2026) – Prof. Dr. H. Arif Sumantri, S.K.M., M.Kes., menyampaikan materi tentang penguatan organisasi pada acara Rapat Koordinasi dan Konsolidasi, Penguatan Organisasi Profesi, serta Pengembangan Kewirausahaan HAKLI Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jawa Barat Tahun 2026. Acara tersebut berlangsung pada Sabtu (31/01/2026) di Ahadiat Hotel & Bungalow, Jln. Sindang Sirna Elok No.9, Sukarasa, Kota Bandung, Jawa Barat.

Prof. Dr. H. Arif Sumantri, SKM., M.Kes. selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat HAKLI menyampaikan paparannya dalam rangka penguatan Organisasi Profesi dengan judul “Menata Waktu Dalam Perspektif 2026, untuk HAKLI Hebat Bermartabat Dalam Refleksi Kebijakan Nasional”. pada kesempatan itu Arif Sumantri juga menyampaikan Visi dan Misi HAKLI.

Prof. Dr. H. Arif Sumantri, S.K.M., M.Kes.,
Prof. Dr. H. Arif Sumantri, S.K.M., M.Kes. – (Sumber: MMNS)

Menurut Arif Sumantri, visi HAKLI adalah menjadikan Organisasi Profesi yang Dinamis, Profesional dan Inovatif melalui Kemitraan Strategis, Humanis untuk Anggota, Pemerintah, dan Masyarakat.

Sementara itu Misi HAKLI adalah:

Pertama, Melakukan Penguatan Tata Kelola Organisasi Pusat dalam Menjalankan Fungsi Pembinaan dan Keanggotaan untuk Penguatan P2KB pada Penyelenggaraan Peran dan Tugas Keprofesian;

Kedua, Mendorong Interaksi Aktif pada Kegiatan Edukasi, Koordinasi dan Informasi Hasil Kinerja Anggota dalam Mendukung Pengembangan dan Penguatan Penyelenggaraan Sanitasi Lingkungan di Lintas Sektor dan Program;

Ketiga, Mengembangkan Kemitraan Strategis Penguatan Lisensi serta Sertifikasi Usaha Berbasis Risiko Kesehatan, dan;

Keempat, Meningkatkan nilai-nilai Profesionalisme, Etika, Moral dan Disiplin Profesi serta Tingkat Status Kesejahteraan bagi Anggota. Visi dan Misi tersebut diuraikan dalam tujuan sasaran kebijakan program kegiatan.

Arif Sumantri menyampaikan bahwa HAKLI saat ini berumur 70 tahun. Berdasarkan Roadmap yang telah disusun maka target pada 2026/2027 seluruh aktivitas yang berkaitan dengan kesehatan Lingkungan WAJIB SLHS (mempunyai Sertifikat Laik Hygiene dan Sanitasi), kemudian diikuti dengan Quality Control (QC) dari SLHS itu sendiri serta terselenggaranya Pendidikan Profesi Sanitarian (PBPS).

Menemukan Potensi OP HAKLI Masa Depan

Arif Sumantri menyampaikan bahwa kita harus menemukan Potensi ke depan, HAKLI harus menemukan; 1) Konsep diri yang jelas (ALI-ALE); 2) Merubah Mindset/New Paradigma; 3) Orientasi yang jelas dalam Adaptasi Insersi Civil Society 5.0, dan; 4) Mengetahui   Hakekat Pelayanan OP HAKLI Memiliki Tahapan Strategis (LS-LP).

HAKLI Jabar

Tantangan Re-Branding HAKLI Masa Depan 

Arif Sumantri menyampaikan adanya tantangan Re-Branding HAKLI di masa depan, sedikitnya ada 4 (empat) tantangan, yakni: 1) Ketidaksesuaian antara regulasi pusat dan praktik daerah; 2) Perbedaan kemampuan perangkat daerah dalam melaksanakan dan menegakkan standar SLHS; 3) esistensi pasar terhadap pengawasan ketat terutama pada UMKM kecil, dan; 4) Kesenjangan data antara institusi kesehatan dan daerah.

“Tanpa penataan yang konsisten, implementasi kebijakan hygiene di TPP cenderung bersifat sporadis dan reaktif, bukan proaktif,” ujar Arif Sumantri.

 

Solusi Hakli Pada Kebijakan Implementatif

Ada beberapa solusi yang terkait tantangan tersebut, yakni:

1) Standardisasi Kompetensi & Sertifikasi, diharapkan adanya standar layanan yang seragam di seluruh Indonesia;

2) Sistem Inspeksi Terpadu Berbasis Risiko, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pemeriksaan dan akurasi penilaian kepatuhan;

3) Peningkatan Kapasitas & Akselerasi SDM, diharapkan dapat memperkuat kapasitas teknis & kepemimpinan profesi dalam mengatasi isu kesehatan lingkungan;

4) Kolaborasi Lintas Sektor diharpkan dapat meningkatkan legitimasi kebijakan dan dukungan masyarakat;

5) Digitalisasi & Tatakelola Sistemik Organisasi, diharapkan memberikan efek shorten cycle time antar aktifitas, mengurangi variasi ritme organisasi.

Pada penutup paparannya, Prof. Dr. H. Arif Sumantri, S.K.M., M.Kes., menyampaikan bahwa Outlook 2026 menuntut HAKLI menjadi agen perubahan yang responsif, adaptif, dan berbasis bukti secara sistemik dan strategik. Solusi untuk ritme organisasi dan keterbatasan SDM terletak pada standardisasi kompetensi, digitalisasi organisasi, dan strategi kolaboratif lintas sektor.

“Pendidikan profesi sanitarian keniscayaan yang perlu ditingkatkan melalui rekognisi kurikulum modern dan pengakuan formal sertifikasi,” pungkas Arif Sumantri.

***

Judul: Prof. Dr. H. Arif Sumantri, S.K.M.,M.Kes., Menyampaikan Penguatan Organisasi pada Rakor HAKLI Provinsi Jawa Barat
Jurnalis/Penulis : Asep Zaenal Mustofa (AZM)
Editor: Jumari Haryadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *