Mempertanyakan Karisma Penyuluhan Pertanian

oleh: Ir. Entang Sastraatmadja

MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Minggu (16/11/2025) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “Mempertanyakan Karisma Penyuluhan Pertanian” ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelis Musyawarah Sunda (MMS).

Dari sekian banyak pandangan yang disampaikan para akademisi dan praktisi di lapangan, dapat dijelaskan Penyuluhan pertanian adalah proses memberikan informasi, edukasi, dan motivasi kepada petani dan masyarakat terkait dengan teknologi, metode, dan praktik terbaik dalam bidang pertanian untuk meningkatkan produksi, produktivitas, dan kesejahteraan petani.

Ir. Entang Sastraatmadja, penulis – (Sumber: tabloidsinartani.com)

Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola usaha pertanian, mengadopsi inovasi, dan meningkatkan pendapatan. Penyuluhan pertanian biasanya dilakukan oleh pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, atau organisasi pertanian lainnya. Mereka yang terpanggil menjadi seorang Penyuluh Pertanian, sering disebut sebagai “agen perubahan”.

Tak kalah penting untuk diamati lebih dalam, ada juga pernyataan yang menyebut “pembangunan pertanian tanpa penyukuhan pertanian, maka hal itu sama saja dengan bohong. Apakah benar seperti iti ? Pendapat itu cukup tepat! Penyuluhan pertanian merupakan komponen penting dalam pembangunan pertanian karena beberapa alasan :

1. Transfer teknologi. Penyuluhan pertanian membantu petani memahami dan mengadopsi teknologi baru, metode, dan praktik terbaik dalam bidang pertanian.
2. Peningkatan kemampuan. Penyuluhan pertanian meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola usaha pertanian, mengoptimalkan sumber daya, dan meningkatkan produksi.

3. Adopsi inovasi. Penyuluhan pertanian memotivasi petani untuk mengadopsi inovasi dan teknologi baru, sehingga meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
4. Peningkatan pendapatan. Dengan peningkatan kemampuan dan adopsi inovasi, petani dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.

Betul ! Tanpa penyuluhan pertanian, pembangunan pertanian mungkin tidak akan efektif, karena petani tidak akan memiliki akses ke informasi dan teknologi yang dibutuhkan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas. Oleh karena itu, penyuluhan pertanian merupakan komponen penting dalam pembangunan pertanian.

Isu utama penyuluhan pertanian selama ini adalah kurangnya jumlah penyuluh pertanian yang memadai. Saat ini, jumlah penyuluh pertanian hanya mencapai 38.000 orang, sementara kebutuhan idealnya adalah 83.000 orang, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 45.000 orang penyuluh pertanian.

Selain itu, penyuluhan pertanian juga dihadapkan pada tantangan di era digital, seperti:
– Adaptasi Teknologi Digital. Penyuluh pertanian perlu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.

– Pengembangan Kompetensi. Penyuluh pertanian perlu meningkatkan kemampuan dan kompetensi mereka untuk menghadapi tantangan di era digital.

– Keterlibatan Masyarakat. Penyuluh pertanian perlu melibatkan masyarakat dalam proses penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi.

Solusi cerdas untuk menjawab tantangan penyuluhan pertanian yang ada sekarang adalah dengan memanfaatkan teknologi digital dan inovasi. Berikut beberapa contoh solusi cerdas:

– Penyuluhan Pertanian Berbasis Digital. Menggunakan aplikasi mobile, e-learning, dan platform digital untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada petani.
– Internet of Things (IoT). Menggunakan sensor dan perangkat IoT untuk memantau kondisi pertanian dan memberikan rekomendasi perawatan yang tepat.

– Drone dan Sensor. Menggunakan drone dan sensor untuk memantau kondisi tanaman dan mengidentifikasi area yang membutuhkan perhatian lebih.
– Sistem Informasi Geografis (SIG). Menggunakan SIG untuk membuat peta tematik dan analisis pertanian yang lebih efektif.

– Media Sosial. Menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan petani dan memberikan informasi yang cepat dan akurat.
– Agri-Tech Platform. Menggunakan platform digital untuk menghubungkan petani dengan penyuluh dan ahli pertanian untuk konsultasi dan akses ke teknologi pertanian.

– Smart Farming. Menggunakan
teknologi cerdas untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian, seperti penggunaan sensor, drone, dan AI.
– Pertanian Cerdas Iklim. Menggunakan teknik pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim dan ramah lingkungan.

Dengan memanfaatkan solusi cerdas ini, penyuluhan pertanian dapat menjadi lebih efektif, efisien, dan akurat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan produktivitas pertanian. Semoga karisma Penyuluhan Pertanian akan mampu dijaga dengan baik.

***

Judul: Mempertanyakan Karisma Penyuluhan Pertanian
Penulis: Ir. Entang Sastraatmadja
Editor: Jumari Haryadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *