2025 : Saatnya Mewujudkan “Swasembada Beras Berkelanjutan”!

oleh: Ir. Entang Sastraatmadja

MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Sabtu (11/10/2025) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “2025 : Saatnya Mewujudkan “Swasembada Beras Berkelanjutan”!” ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelis Musyawarah Sunda (MMS).

Sinyal Pemerintah yang akan menyampaikan proklamasi swasembada beras 2025, terlihat sudah mulai berkelap-kelip. Warna kehijau-hijauan tampak sudah memancarkan sinar terangnya. Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga telah menyatakan, jika tidak aral melintang, dalam tiga bulan ke depan, Pemerintah akan mengumumkan pencapaian swasembada beras 2025.

Jujur diakui, swasembada beras 2025 bukanlah hadiah yang turun dari langit. Bukan juga pemberian cuma-cuma dari Badan Pangan Dunia (FAO). Swasembada Beras yang akan diproklamirkan merupakan kerja keras dan kerja cerdas segenap warga bangsa, yang ingin merasakan kembali bagaimana bangganya, jika bangsa ini mampu berswasembada beras.

Beberapa syarat mutlak sebuah bangsa dapat disebut swasembada beras, sekiranya bangsa tersebut mampu menggenjot produksi setinggi-tingginya; memiliki cadangan beras yang cukup kokoh dan tidak adanya lagi impor beras yang ditempuh. Ketiga syarat diatas, betul-betul sudah dapat dipenuhi sejak tahun 2025, sehingga Pemerintah tidak perlu lagi untuk mengumumkannya.

Produksi beras secara masional tahun 2025, terekam cukup meyakinkan. Setelah anjlok pada tahun-tahun sebelumnya karena adanya sergapan El Nino, maka pada tahun 2025, kembali produksi beras Indonesia, membuat banyak negara-negara produsen beras dunia yang terkaget-kaget. Lebih kaget lagi, Kementerian Pertanian Amerika Serikat (USDA) memprediksi produksi beras Indonesia bakal meraih 34,46 juta ton.

Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pun demikian. Baru kali ini sepanjang sejarah pembangunan pertanian, bangsa ini mampu memiliki cadangan beras diatas 4 juta ton. Perum Bulog benar-benar sangat piawai dalam melakukan penyerapan gabah petani. Padahal tahun-tahun sebelumnya cadangan beras Pemerintah hanya berkisar antara 2 – 2,5 juta ton saja.

Yang tak kalah keren adalah lahirnya kebijakan Pemerintah, mulai tahun 2025 Indonesia mulai menghentikan impor beras. Selamat tinggal impor beras. Pemerintah optimis, produksi beras yang dihasilkan petani padi dalam negeri, akan mampu mencukupi kebutuhan beras masyarakat, baik untuk kebutuhan konsumsi atau pun progran bantuan lainnya.

Yang sering jadi bahan perbincangan adalah bagaimana dengan kualitas swasembada beras yang dicapai tahun ini ? Apakah swasembada beras 2025 kualitasnya akan sama dengan capaian swasembada beras 1984 dan 2022 ? Ini penting disampaikan, karena swasembada beras yang kita raih, lebih pas dikatakan swasembada beras “on trend”. Bukan swasembada beras berkelanjutan.

Lalu, apa yang dimaksud dengan swasembada beras “on trend” ? “Swasembada beras on trend” merujuk pada pencapaian swasembada beras yang bersifat sementara atau tidak berkelanjutan. Istilah “on trend” sendiri berarti sedang populer atau menjadi tren saat ini. Dalam konteks swasembada beras, artinya pencapaian tersebut hanya bersifat jangka pendek dan tidak stabil.

Beberapa alasan yang menyebabkan swasembada beras on trend adalah :
– Kebijakan Tidak Berkelanjutan. Kebijakan pemerintah yang tidak konsisten atau tidak berkelanjutan dapat menyebabkan swasembada beras hanya bersifat sementara.
– Ketergantungan pada Faktor Eksternal. Ketergantungan pada impor atau faktor eksternal lainnya dapat membuat swasembada beras tidak stabil.

– Kurangnya Investasi di Sektor Pertanian. Kurangnya investasi pada sektor pertanian dapat menyebabkan produksi beras tidak meningkat secara signifikan.
– Dampak Perubahan Iklim. Perubahan iklim dapat mempengaruhi produksi beras dan menyebabkan swasembada beras tidak berkelanjutan.

Dalam konteks ini, penting untuk mewujudkan swasembada beras yang berkelanjutan dan tidak hanya bersifat on trend. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan investasi di sektor pertanian, mengembangkan kebijakan yang berkelanjutan, dan mengurangi ketergantungan pada faktor eksternal.

Untuk mewujudkan swasembada beras berkelanjutan, beberapa terobosan cerdas dapat dilakukan :
– Pengembangan Varietas Padi Unggul. Membuat varietas padi yang lebih tahan terhadap hama dan penyakit, serta memiliki produktivitas tinggi untuk meningkatkan hasil panen.
– Pertanian Presisi. Menggunakan teknologi pertanian presisi seperti drone dan sensor untuk memantau kondisi tanaman dan lahan dengan lebih akurat, sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
– Sistem Irigasi Efektif. Mengembangkan sistem irigasi yang efektif dan efisien untuk meningkatkan produktivitas padi dan mengurangi ketergantungan pada curah hujan.

– Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian). Menggunakan alsintan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian, serta mengurangi biaya produksi.
– Infrastruktur Pendukung. Mengembangkan infrastruktur seperti jalan dan gudang untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi pertanian.

– Pendidikan dan Pelatihan. Memberikan pendidikan dan pelatihan kepada petani tentang teknologi pertanian modern dan pengelolaan lahan yang baik untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka.
– Kebijakan Pemerintah.Membuat kebijakan yang mendukung pertanian, seperti subsidi pupuk, kredit usaha tani, dan asuransi pertanian untuk meningkatkan produksi beras.

– Sistem Informasi. Mengembangkan sistem informasi yang akurat dan terkini tentang produksi, distribusi, dan konsumsi beras untuk membantu pemerintah dan petani membuat keputusan yang lebih baik.
– Kerja Sama. Meningkatkan kerja sama antara petani dan pemerintah untuk meningkatkan produksi beras dan mencapai swasembada beras permanen.

Selain itu, penerapan smart precision farming juga dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian. Dengan menggunakan teknologi digital, petani dapat mengoptimalkan pemetaan lahan, pemupukan, dan pengendalian hama. Hal ini dapat membantu meningkatkan hasil panen dan mencapai target swasembada beras.

***

Judul: 2025 : Saatnya Mewujudkan “Swasembada Beras Berkelanjutan”!
Penulis: Ir. Entang Sastraatmadja
Editor: Jumari Haryadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *