MajmusSunda News – Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (28/02/2026) – Tim Forensik Unpad dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG Unpad) turut membantu proses identifikasi korban bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Keterlibatan ini berlangsung sejak 26 Januari hingga 14 Februari 2026 sebagai respons atas permintaan resmi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.
Partisipasi tersebut merupakan bentuk pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Selama kurang lebih 20 hari, tim menjalankan tugas identifikasi secara profesional dan berbasis keilmuan untuk mendukung percepatan penanganan pascabencana.
Peran Tim Forensik Unpad dalam Proses Identifikasi
Dalam prosesnya, tim melaksanakan serangkaian prosedur odontologi forensik. Pemeriksaan meliputi analisis struktur gigi dan area maksilofasial, penyusunan odontogram, pengisian formulir DVI, serta dokumentasi postmortem. Selain itu, dilakukan pula teknik superimposisi digital dengan membandingkan foto antemortem dan postmortem guna meningkatkan akurasi pencocokan identitas korban.
Tim yang terlibat terdiri atas sekitar 50 personel, yakni 45 mahasiswa program profesi (koas), empat mahasiswa magister (S2), serta satu dosen pembimbing yang bertindak sebagai ketua tim. Kegiatan ini berada di bawah supervisi Prof. Fahmi Oscandar, drg., M.Kes., Sp.RKG., Sp.OF., Subsp.OFK (K)., Ph.D (Cr. Img), dengan koordinasi teknis lapangan oleh drg. Pande Made Maha Prasthanika dan Rahimahullah Kamilatinnisa Qurrataayuni, S.KG.
Proses identifikasi dilaksanakan di sejumlah lokasi, antara lain Posko DVI Polda Jawa Barat di Cisarua, RSUD Cibabat, dan RS Bhayangkara. Dari total 101 jenazah yang diperiksa, sebanyak 80 korban berhasil teridentifikasi, sedangkan 21 lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan. Sebanyak 53 korban di antaranya dapat dikenali melalui pemeriksaan gigi dan struktur maksilofasial.
Identifikasi korban merupakan tahapan krusial dalam penanganan bencana. Proses ini memastikan setiap individu dapat dikenali secara sah dan ilmiah sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Dengan demikian, jenazah dapat dikembalikan kepada keluarga untuk dimakamkan secara layak serta mendukung berbagai keperluan administratif dan legal.
Dalam kondisi tertentu, ketika identifikasi visual sulit dilakukan akibat kerusakan fisik yang berat, forensik odontologi menjadi metode yang sangat efektif. Karakteristik gigi yang unik pada setiap individu serta ketahanannya terhadap berbagai kondisi ekstrem menjadikan metode ini memiliki tingkat keandalan tinggi, terlebih apabila tersedia data rekam medis gigi semasa hidup.
Namun demikian, pelaksanaan tugas di lapangan tidak terlepas dari berbagai tantangan. Kondisi medan yang masih berpotensi longsor, keterbatasan akses, serta minimnya sarana pemeriksaan menjadi kendala tersendiri. Pada beberapa kasus, metode identifikasi primer seperti sidik jari dan DNA belum memberikan hasil pasti, sehingga proses masih menunggu konfirmasi lanjutan dari Laboratorium Forensik RS Bhayangkara Jakarta.
Melalui kolaborasi lintas institusi dan pendekatan ilmiah yang sistematis, Tim Forensik Unpad berupaya memastikan setiap korban tidak hanya tercatat sebagai angka statistik, tetapi diakui sebagai individu dengan identitas yang utuh dan bermartabat. Keterlibatan ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Padjadjaran dalam mendukung penanggulangan bencana serta memperkuat peran keilmuan dalam pelayanan kemanusiaan.
Judul: Tim Forensik Unpad Bantu Identifikasi Korban Longsor Bandung Barat
Sumber: Kanal Media Unpad
Editor: Parkah












