MajmusSunda News-Kabupaten Tasikmalaya, Ahad, (1/11/2026)-Nasib guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Kabupaten Tasikmalaya honornya sangat memprihatinkan. Padahal tugas mereka sangat mulia mendidik anak-anak agar bisa memahami ajaran agama dan menjadi anak yang saleh.
Masih ada guru MDT di Kabupaten Tasikmalaya hanya mendapat honor perbulan 35.000, seperti yang diterima guru MDT di Desa Cintawangi, Kecamatan Karangnunggal. Hal itu terungkap saat musyawarah desa (musdes) dan pemilihan Ketua FKDT Desa Cintawangi yang baru, Ahad, (1/11/2026)
Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Desa Cintawangi, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya terpilih Ahmad Rifai mengatakan menjadi guru MDT memang harus didasari dengan keihlasan dan pengabdian semata berharap karena ibadah kepada Allah.
Bisa jadi karena dasar ikhlas itulah guru MDT kata Ahmad Rifai, tetap bertahan dengan sabar mendidik anak MDT tetap bisa menerima ilmu tentang kegamaan, moral atau akhlak yang baik.
Ia bersama guru MDT lainnya di Desa Cintawngi tetap bersyukur, kendati hanya menerima honor perbulan 35.000 dari Pemerintahan Desa (Pemdes) Cintawangi.
“Aya wae, henteu ari seueur mah nu tos rutin mah aya tiap sasih ti Pemdes Cintawangi persasih 35.000. Alhamdulillah kanggo guru MDT di Desa Cintawangi sakitu oge tos sukuran masih aya perhatosan,” tuturnya usai terpilih menjadi Ketua Koordinato FKDT Desa Cintawangi masa bhakti 2026-2030..
Saat ditanya adakan perhatian dari iuran atau sumbangan dari orangtua MDT. Ahmad Rifai asal dari Bogor dan terdampar dan menikah dengan gadis Desa Cintawangi itu menuturkan dengan jujur.
“Alhamdulilah aya, nya panginten tos pada terang wios tos ditangtoskeun persasihna, mung tara tangtos katampina. Kanggo para guru MDT hususna di Desa Cintawangi tos ikhlas janten guru MDT mah pengabdian ikhlas sareng, rido,” kata Ahmad yang sudah mengabdi sekitar 14 tahun menjadi guru MDT di Desa Cintawangi.
Kendati begitu kata Ahmad Rivai mengaku semua guru tetap bersyukur dan tidak memungkiri ada uang insentif dari Pemkab Tasikmalaya (Bupati) diterima 300.000 untuk satu tahun. Tapi itupun tiak rutin ada dan tidak semua guru MDT menerima.
“Alhamdulilah ti Pemkab Tasikmalaya aya sataun nampi 300.000 persasih, eta oge teu sadayana guru madrasah, kadang oge sataun teh teu nampi oge,” jawabnya sambil tersenyum.
Ahmad menjelaskan ada delapan MDT yang tersebar di Desa Cintawangi dengan jumlah guru sekitar 70 orang dengan jumlah murid tiap MDT tidak sama, julahnya totalnya sekitar 200 murid lebih.
Ditempat yang sama guru perempuan MDT Al Hikmah Kampung Cigembor yang sudah mengabdi menjadi guru MDT selama 22 tahun Cucu menuturkan memilih menjadi guru MDT sudah jadi panggilan hati dan pengabdian.
“Nya panginten tos janten fitrah jalmi sadaya profesi peryogi perhatosan sareng penghargaan. Janten guru madrasah mah tos langkung kana bentuk pengabdian, bade kusaha deui upami ngatik murangkalih faham kana agama upami teu guru MDT,” tuturnya.
Ia mengaku tetap bersyukur kendati dari Pemdes Cintawangi hanya 35.000 perbulan. Seluruh guru mengaku tetap ikhlas mengajar untuk berupaya bisa melahirkan anak yang saleh dan faham agama.
“Alhamdulillah kanggo guru MDT di Desa Cintawangi sakitu oge tos aya perhatosan. Nya ageung misalna 200.000 persasih tangtos kanggo guru madrasah mah tos wah sukuran,” kata Cucu disambut guru yang lainnya.
Kepala Desa Cintawangi Tohir S Sumarlin menjelaskan sudah lima tahun guru MDT di Desa Cintawangi menerima honor perbulan sebanyak 35.000 perbulan, dananya diambil dari Anggaran Dana Desa (ADD).
“Alhamdulillah sudah lima tahun sekitar 70 guru MDT di Desa Cintawangi menerima honor perbulan 35.000,” jelas Tohir usai menghadiri Musdes Koordinator dan pemilihan Ketua Koordinator FKDT Desa Cintawangi.
Ketua Koordinator FKDT Kecamatan Karangnunggal Ajengan Yanto S,Pd.I membenarkan menjadi guru MDT merupakan panggilan hati dan pengabdian harus dibarengi dengan keikhlasan dan perjuangan.
Ajengan Yanto menjelaskn ada ratusan guru yang tersebar di Kecamatan Karangnunggal denga jumlah guru sekitar 1800 dan jumlah toral muridnya ada 4000 lebih. Sleuruh guru menerima honor dengan ikhlas alias seadanya tergantung pada kebaikan orang murid MDT.
Ia menegaskan hingga sekarang belum ada perhatian dari Pemkab Tasikmalaya atau dari Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya bagaimana mengubah nasib guru MDT, khsusnya di Kecamatan Karangnunggal
Ajengan Yanto tidak memungkiri ada uang insentif dari Pemkab Tasikmalaya, diteria setiap tahun perguru 300.000. Hanya saja tidak semuanya dan tidak merata lewat rekening.
“Alhamdulillah untuk Desa Cintawangi guru MDT menerima honor banyak 35.000 perbulan. Kendati jumlahnya kecil namun seluruh guru bersyukur mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Cintawangi,” katanya usai musdes dan pemilihan Ketua FKDT Desa Cintawangi.












