Purwadaksi

oleh: Ir. Entang Sastraatmadja

MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Minggu (26/04/2026) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “Purwadaksi” ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelis Musyawarah Sunda (MMS).

“Purwadaksi” yang dimaksud dalam tulisan ini, kemungkinan besar adalah purwa-daksina dalam bahasa Sunda. Artinya : purwa = timur, awal, wiwitan, azalinya. Daksina = selatan, kanan. Jadi secara harfiah purwa-daksina = timur-selatan.

Lalu apa yang jadi makna filosofisnya ? Dalam kosmologi Sunda kuno, timur dan selatan adalah arah yang disucikan. Timur tempat matahari terbit = simbol tujuan, awal kehidupan. Selatan tempat hulu cai/air = sumber kehidupan yang jernih. Karena itu ada istilah “lali ka purwa-daksina” yang artinya: lupa terhadap asal-usul/wiwitan, lupa pada arah depan sebagai tujuan, lupa pada kanan sebagai yang mestinya diikuti, lupa terhadap matahari dan air sebagai sumber kehidupan, lupa terhadap kearifan leluhur.

Ir. Entang Sastraatmadja, penulis – (Sumber: tabloidsinartani.com)

Jadi kalau orang Sunda bilang jangan sampai “lali ka purwa-daksina”. Maksudnya jangan sampai lupa jati diri, lupa asal, lupa tujuan hidup, dan lupa menghormati sumber kehidupan. Ingat akan purwadaksi, sebetulnya merupakan salah satu karakter penting bagi seorang pemimpin bangsa.

Di sisi lain, jika kita cermati rekam jejak Presiden Prabowo Subianto, tatkala dipercaya untuk memimpin organisasi petani sekelas Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), maka akan tampak bagaimana sebetulnya sikap dan karakter seorang Prabowo Subianto terhadap sahabat-sahabat terbaiknya yang selama ini membantunya tanpa pamrih.

Ketika menjadi Ketua Umum DPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Prabowo dibantu oleh dua sosok aktivis HKTI yang cukup militan dalam menggerakan roda organisasi. Ke dua sosok ini dipercaya menjadi Sekjen DPN HKTI sesuai dengan jamannya masing-masing. Pertama adalah sosok Prof. DR. Ir. Rachmat Pambudy (2004-2010l). Kedua adalah sosok DR. Fadli Zon (2010-2015).

Menarik untuk diamati, ternyata setelah Prabowo terpilih menjadi Presiden RI, kedua aktivis HKTI yang membantunya menjadi Sekjen HKTI, kini diberi kepercayaan untuk membantunya lagi menjadi Menteri dalam Kabibet Merah Putih. Rachmat Pambudy dipercaya menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, sedangkan Fadli Zon ditunjuk jadi Menteri Kebudayaan.

Sebagaimana diketahui, Prabowo Subianto memiliki hubungan yang erat dengan Rachmat Pambudy dan Fadli Zon, keduanya aktivis HKTI yang jempolan, pernah menjabat sebagai Sekjen HKTI di bawah kepemimpinannya. Rachmat Pambudy dan Fadli Zon adalah tokoh yang berpengalaman dan memiliki kompetensi di bidangnya.

Rachmat Pambudy, yang menjabat sebagai Sekjen HKTI di periode pertama Prabowo, memiliki latar belakang yang kuat dalam bidang pertanian dan pemerintahan. Sementara Fadli Zon, Sekjen HKTI di periode kedua, adalah politisi senior yang memiliki pengalaman luas dalam pemerintahan dan parlemen.

Pengangkatan keduanya sebagai Menteri bisa dilihat dari dua perspektif. Pertama, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam HKTI dan pemerintahan. Kedua, karena mereka memiliki kemampuan dan pengalaman yang relevan dengan jabatan yang diemban. Yang jelas, Presiden Prabowo tentu memiliki alasan mengapa ke dua aktivis HKTI ini diminta duduk dalam Kabinet Merah Putih yang dipimpinnya.

Hanya, perlu diingat bahwa keputusan pengangkatan menteri adalah hak prerogatif presiden, dan Prabowo mungkin memiliki pertimbangan lain dalam memilih mereka. Prabowo pasti tahu persis bagaimana ke dua mantan Sekjennya di HKTI tersebut memiliki kompetensi dan kedewasaan moral dalam melakoni kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Sekjen (Sekretaris Jenderal) HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) biasanya bertanggung jawab atas urusan administratif dan operasional organisasi. Peran utamanya meliputi pengelolaan kegiatan sehari-hari HKTI; mengkoordinasikan program kerja; menjadi penghubung antara pengurus dan anggota dan menangani urusan surat-menyurat dan dokumentasi.

Sekjen dan Ketua Umum biasanya memiliki hubungan kerja yang erat. Sekjen sering menjadi orang kepercayaan Ketua Umum dalam menjalankan organisasi. Mereka bekerja sama dalam merumuskan kebijakan; mengimplementasikan program kerja dan mengambil keputusan strategis.Tingkat kedekatan bisa bervariasi tergantung pada dinamika internal organisasi dan gaya kepemimpinan.

Rachmat Pambudy sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) memiliki kelebihan, antara lain mampu memimpin perencanaan pembangunan nasional yang lebih terarah dan efektif. Kemudian, mengkoordinasikan program-program pembangunan antar kementerian.

Lalu, meningkatkan kualitas perencanaan dan implementasi pembangunan. Dan berperan dalam mencapai target-target pembangunan nasional, seperti SDGs. Dengan pengalaman di bidang pertanian dan pemerintahan, Rachmat Pambudy mungkin akan fokus pada pembangunan ekonomi dan infrastruktur.

Sedangkan Fadli Zon menjadi Menteri Kebudayaan (Menbud) memiliki beberapa kelebihan, antara lain berperan dalam melestarikan dan mengembangkan budaya Indonesia. Selanjutnya, dapat mempengaruhi kebijakan kebudayaan nasional. Lalu, memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya budaya.

Dan juga dapat bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mempromosikan budaya Indonesia. Fadli Zon sebagai Menbud mungkin akan fokus pada pengembangan dan pelestarian budaya Indonesia, serta meningkatkan peran budaya dalam pembangunan nasional.

Akhirnya penting juga untuk diutarakan, dari berbagai pengamaran yang dilakukan, Prabowo Subianto menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) selama dua periode, yaitu 2004-2010 dengan Sekjen HKTI nya Rachmat Pambudy dan 2010-2015 dengan Sekjen HKTI nya Fadli Zon. Beberapa hal yang dapat dibanggakan dari kepemimpinannya adalah

Pertama, meningkatkan kesejahteraan petani. Prabowo berfokus pada peningkatan kesejahteraan petani dan pengembangan sektor pertanian di Indonesia. Kedua, mempromosikan program lumbung pangan. Ia juga memperkenalkan program lumbung pangan nasional untuk meningkatkan ketahanan pangan Indonesia.

Ketiga, menggantikan Siswono Yudo Husodo. Prabowo melalui Munas HKTI terpilih menggantikan Siswono Yudo Husodo sebagai Ketua Umum HKTI pada tahun 2004. (PENULIS, ANGGOTA DEWAN PAKAR DPN HKTI).

***

Judul: Purwadaksi
Penulis: Ir. Entang Sastraatmadja
Editor: Raka Alvaro Triputra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *