MajmusSunda News – Bandung, Rabu (07/10/2026) – Ketua Umum PP AMS Drs. Rully H. Alfiady membuka peringatan/Milangkala Pitaloka AMS Tahun ke-41 pada hari Selasa, 6 Oktober 2026, di Kantor Sekretariat Pengurus Pusat Angkatan Muda Siliwangi (PP AMS) yang berlokasi di Jl. Braga No. 25B Bandung.
Drs. Rully H. Alfiady menyampaikan bahwa organisasi massa agar tetap relevan, adaptif, dan solid melintasi perjalanan dekade bukanlah perkara mudah. Banyak entitas meluruh karena friksi internal, kehilangan arah gerakan, atau sekadar terjebak dalam rutinitas birokrasi yang kaku. Rully menyampaikan bahwa Pitaloka adalah sebuah organisasi sayap yang mampu bangkit dari masa vakum, berkonsolidasi, dan membangun daya tawar politik yang nyata.

Rully menyampaikan bahwa Pitaloka di bawah kepemimpinan Ceu Euis dan jajarannya berhasil dibangkitkan kembali dari hibernasi organisasi dan kini aktif mengisi ruang-ruang publik, khususnya pada isu-isu kewanitaan. “Saya berharap Pitaloka bukan hanya pelengkap. Kalau hadir di KNPI jangan cuma sekadar datang untuk di-ongkosan leutik, tapi Pitaloka harus memberikan warna. Dan hari ini, Pitaloka sudah memberikan warna tersendiri,” ujar Rully.
Terkait sikap politik pada akhir tahun 2028, Rully memberikan arahan tegas untuk menghentikan kanibalisme suara internal (ulah kabetrok) antarkader di daerah pemilihan yang sama, dengan menerapkan prinsip rasional: cukup satu calon legislatif per daerah pemilihan (dapil), baik yang diusung oleh Pitaloka, IMA, maupun induk organisasi AMS. “Satu dapil cukup satu, mau Pitaloka mau IMA, supaya kita bisa fokus kekuatan kita di situ,” ujar Rully.

Untuk kepengurusan sekurang-kurangnya di 20 kabupaten/kota menjelang kongres mendatang, penyiapan alur kaderisasi jangka panjang untuk 5 tahun ke depan agar organisasi terhindar dari krisis kepemimpinan. “Kader muda ini tidak boleh mengabaikan penghormatan terhadap para senior dan perintis (seperti Teh Ucu dan Teh Hani) serta kepemimpinan terdahulu (seperti almarhum Kang Nuri), karena fondasi historis yang mereka bangun adalah alasan eksistensi Pitaloka hari ini,” ujar Rully.
Dr. Hj. Euis Purnama, M.M.Pd. selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Pitaloka, menyampaikan harapannya pada Pitaloka yang ulang tahun ke-41 tahun, Pitaloka itu harus semakin kuat, semakin mandiri untuk bisa bermanfaat untuk masyarakat. Pitaloka adalah identik sebagai perempuan pembangun peradaban, itu menjadi garis yang harus dijadikan pedoman sejak kita melahirkan sampai kita bisa membentuk anak-anak bangsa menjadi bermanfaat, menjadi hebat. Itu harapan, karena dalam proses panjang 41 tahun itu banyak dinamika-dinamika yang sudah berjalan, banyak keberhasilan para pemimpin Pitaloka dari masa ke masa, sekarang perjalanan kita. “Ke depan ayo kita bersama-sama karena Pitaloka tidak bisa berdiri sendiri, tapi kita bisa berkolaborasi, buka jejaring, ya, karena ini yang bisa menguatkan kita. Sekali lagi bahwa Pitaloka harus bisa tampil unggul dibanding organisasi wanita yang lain, tapi inilah yang harus kita tanamkan bahwa kita lokal dan inovatif,” ujar Euis.

Prof. Dr. Keri Lestari, S.Si., M.Si., Apt., selaku Sekretaris Dewan Pembina PP Pitaloka, yang juga Guru Besar Unpad, menyampaikan bahwa pada hari ini usia 41 tahun kalau di manusia itu adalah usia yang matang, usia dewasa. Dengan kematangan tersebut, tentu akan menjadikan organisasi ini mengkolaborasikan berbagai potensi anggota untuk bisa saling mendukung perempuan, pendukung perempuan, gitu ya, juga mendukung kemajuan bersama.
Selanjutnya, Prof. Keri menyatakan intinya adalah konsep dari pakusarakan itu menjiwai sebagai corporate culture, sebagai budaya berpikir, budaya bertindak. Organisasi sehingga nanti pada akhirnya organisasi ini akan besar karena memang anggota-anggotanya besar, sehingga dengan anggota-anggota yang mempunyai nama besarnya masing-masing itulah yang nanti akan turut membesarkan nama Pitaloka dan membesarkan pemanfaatan kita lakukan untuk masyarakat. “Wilujeng Milangkala Pitaloka ke-41, semoga bertambah kemanfaatan, berlimpah berkah, dan juga memberikan juga sarana atau ruang yang konstruktif untuk produktivitas anggota, terutama perempuan yang ada di Pitaloka,” ujar Prof. Keri.

Dra. Mira Rosana Gnagey, M.Pd., Wakil Ketua PP Pitaloka, yang juga salah satu dosen dan Wakil Dekan di Universitas Pasundan, menyampaikan bahwa Pitaloka ini cukup solid, kuat, serta positif. Jadi, wadah organisasi masyarakat perempuan seperti Pitaloka perlu diacungkan jempol, gitu ya. Artinya, ada sesuatu di situ yang membuat Pitaloka sampai 41 tahun. “Dan ini perlu diperlihatkan, perlu ditonjolkan lagi kepada masyarakat Kota Bandung, khususnya Jawa Barat, bahwa organisasi masyarakat itu ada sesolid ini, positif dan insyaallah tetap kuat dan membawa perempuan-perempuan di Kota Bandung, Jawa Barat, itu bergabung bersama Pitaloka untuk mewujudkan mimpi bersama,” ujar Mira.
Hani Zuwinar, Wanhat PP Pitaloka, ketika diminta kesan pesannya: “Pertama-tama saya menyampaikan secara khusus mengucapkan selamat ulang tahun kepada Pitaloka AMS, yang kedua harapannya semoga ke depannya lebih maju lagi, karena persaingan di dalam dunia ini, dunia perpolitikan khususnya, persaingan sangat ketat, apalagi dengan wanita ini. Semoga sukses dan maju terus Pitaloka,” ujar Hani.
Judul: Pitaloka Milangkala ke-41: Pitaloka Harus Tampil Unggul dibandingkan dengan Organisasi Wanita yang Lain
Rangkuman: Asep AZM/Ipur
Editor: Parkah












