MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Minggu (25/05/2025) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “Perum Bulog dan 25 Ribu Gudang Alternatif” ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelis Musyawarah Sunda (MMS).
Serapan gabah yang dilakukan Perum Bulog sebagai bagian dari penugasan Pemerintah dalam panen raya kali ini. ternyata melahirkan banyak masalah ysng butuh penanganan dengsn segera. Tingginya gabah yang diserap, membuat Perum Bulog cukup kewalahan dalam menyediakan gudang penyimpanan yang layak, memadai dan representatif.

Dalam jangka pendek dan mendesak, tidsk bisa tidak, terpaksa Perum Bulog mengoptimalkan gudang filial yang ada atau melakukan penyewaan gudang yang ada. Namun dalam jangka menengah dan panjang Pemerintah akan membangun 25 ribu gudang akternatif sebagai solusi tempat penyimpanan gabah/beras yang jumlahnya cukup membludak.
Gudang alternatif adalah fasilitas penyimpanan yang digunakan sebagai alternatif atau tambahan dari gudang utama untuk menyimpan barang, dalam hal ini adalah pangan seperti gabah dan beras. Gudang alternatif dapat berupa gudang sementara, yakni gudang yang digunakan untuk menyimpan barang sementara sebelum dipindahkan ke gudang utama.
Atau sebagai gudang darurat, yaitu gudang yang digunakan untuk menyimpan barang dalam situasi darurat, seperti bencana alam atau kekurangan pangan. Bahkan bisa juga sebagai gudang penyangga, yakni gudang yang digunakan untuk menyimpan barang sebagai penyangga untuk menjaga ketersediaan pangan nasional. Gudang alternatif dapat membantu meningkatkan kapasitas penyimpanan, mengurangi risiko kekurangan pangan, dan meningkatkan efisiensi distribusi pangan.
Kebijakan dan langkah Presiden Prabowo yang memerintahkan para pembantunya membangun 25 ribu gudang alternatif, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan pangan, terutama gabah dan beras, yang sekarang ini sangat terbatas jumlahnya, guna menjaga ketersediaan pangan nasional dan stabilitas harga.
Secara teknis, gudang alternatif ini dapat membantu pertama, meningkatkan kapasitas penyimpanan. Dengan adanya gudang alternatif, pemerintah dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan pangan, khususnya gabah/beras, sehingga dapat mengurangi risiko kekurangan pangan dan meningkatkan ketersediaan pangan nasional.
Kedua, mengurangi kerusakan pangan. Gudang alternatif yang memadai dapat membantu mengurangi kerusakan pangan akibat penyimpanan yang tidak baik, sehingga dapat meningkatkan kualitas pangan dan mengurangi kerugian ekonomi. Terlebih gabah yang diserap Perum Bulog saat panen raya berlangsung.
Ketiga, meningkatkan efisiensi distribusi. Dengan adanya gudang alternatif, pemerintah dapat meningkatkan efisiensi distribusi pangan, sehingga dapat mengurangi biaya transportasi dan meningkatkan kecepatan pengiriman pangan ke daerah-daerah yang membutuhkan.
Atas gambaran demikian, pembangunan 25 ribu gudang alternatif, secara langsung dapat membantu pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan nasional, meningkatkan kualitas pangan agar tetap terjaga dan aman untuk dikonsumsi sekaligus mengurangi kerugian ekonomi.
Pembangunan 25 ribu gudang alternatif yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo ini, benar-benar cukup solutif. Perum Bulog sendiri pasti akan menyambut baik pembangunan 25 ribu gudang alternatif sebagai solusi untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan pangan, terutama beras.
Sikap Perum Bulog ini dapat dilihat dari beberapa hal pertama, meningkatkan kapasitas serapan. Dengan adanya gudang alternatif, Perum Bulog dapat meningkatkan kapasitas serapan beras dari petani, sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga ketersediaan pangan nasional.
Kedua, mengatasi keterbatasan gudang. Pembangunan gudang alternatif dapat membantu mengatasi keterbatasan gudang Perum Bulog yang saat ini hampir penuh, sehingga dapat meningkatkan efisiensi penyimpanan dan distribusi pangan.
Ketiga, menjaga ketersediaan pangan. Dengan adanya gudang alternatif, Perum Bulog dapat menjaga ketersediaan pangan nasional dengan lebih baik, sehingga dapat membantu meningkatkan stabilitas harga dan mengurangi risiko kekurangan pangan.
Dalam beberapa bulan terakhir, Perum Bulog telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam serapan beras, dengan total hampir 2 juta ton dari Januari hingga Mei 2025, yang seluruhnya berasal dari petani lokal tanpa impor. Pembangunan gudang alternatif ini diharapkan dapat terus meningkatkan kinerja Perum Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
Semoga demikian adanya !
***
Judul: Perum Bulog dan 25 Ribu Gudang Alternatif
Penulis: Ir. Entang Sastraatmadja
Editor: Jumari Haryadi










