MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Selasa (15/07/2025) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “Operator Pangan” ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelis Musyawarah Sunda (MMS).
Banyak bahan bacaan mengungkap, “operator pangan” adalah individu atau organisasi yang terlibat dalam produksi, pengolahan, penyimpanan, transportasi, dan distribusi pangan. Operator pangan dapat berupa petani yang memproduksi bahan pangan mentah. Bisa juga pabrik pengolahan pangan yang mengolah bahan pangan mentah menjadi produk pangan yang siap dikonsumsi. Kemudian pedagang pangan yang menjual produk pangan kepada konsumen.

Atau distributor pangan yang mengangkut dan mendistribusikan produk pangan dari produsen ke pedagang atau konsumen. Operator pangan memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan pangan yang aman dan berkualitas bagi konsumen. Mereka harus mematuhi standar keamanan pangan dan regulasi yang berlaku untuk mencegah kontaminasi dan penyakit yang ditularkan melalui pangan.
Paling tidak, ada 5 kepentingan operator pangan dalam pembangunan pangan. Pertama, menghasilkan produk pangan yang aman dan berkualitas. Operator pangan memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa produk pangan yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Kedua, meningkatkan pendapatan dan keuntungan. Operator pangan bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan keuntungan melalui penjualan produk pangan yang berkualitas dan aman. Ketiga, membangun reputasi dan kepercayaan konsumen. Operator pangan berusaha untuk membangun reputasi yang baik dan mendapatkan kepercayaan konsumen dengan menyediakan produk pangan yang berkualitas dan aman.
Keempat, mengikuti regulasi dan standar keamanan pangan. Operator pangan harus mematuhi regulasi dan standar keamanan pangan yang berlaku untuk mencegah kontaminasi dan penyakit yang ditularkan melalui pangan. Kelima, mengoptimalkan proses produksi dan distribusi. Operator pangan bertujuan untuk mengoptimalkan proses produksi dan distribusi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya.
Perum Bulog sebagai “operator pangan” Pemerintah memiliki peran sangat penting dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan di Indonesia. Paling tidak, ada lima poin penting terkait dengan arti Bulog sebagai operator pangan. Pertama, menjaga ketersediaan pangan. Perum Bulog bertanggung jawab untuk menjaga ketersediaan pangan, terutama beras, di seluruh wilayah Indonesia.
Kedua, mengatur harga pangan. Perum Bulog berperan dalam mengatur harga pangan, terutama beras, untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah fluktuasi harga yang berlebihan. Ketiga, mengelola stok pangan. Perum Bulog mengelola stok pangan, terutama beras, untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan stabil.
Keempat, mendistribusikan pangan. Perum Bulog bertanggung jawab untuk mendistribusikan pangan, terutama beras, ke seluruh wilayah Indonesia, terutama ke daerah-daerah yang kekurangan pangan. Kelima, mengimplementasikan kebijakan pangan. Perum Bulog mengimplementasikan kebijakan pangan yang ditetapkan oleh pemerintah, seperti kebijakan harga pangan dan kebijakan distribusi pangan.
Penjelasan diatas menegaskan Perum Bulog sebagai operator pangan memiliki peran penting dan strategis dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan di Indonesia, serta memastikan bahwa masyarakat memiliki akses yang cukup dan stabil terhadap pangan.
Kaitannya dengan ketersediaan pangan, Perum Bulog memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan di Indonesia, terutama dalam beberapa hal berikut pengadaan pangan. Perum Bulog melakukan pengadaan pangan, terutama beras, dari petani dan produsen pangan lainnya untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup.
Selanjutnya, pengelolaan stok pangan. Perum Bulog mengelola stok pangan, terutama beras, untuk memastikan bahwa ketersediaan pangan tetap stabil dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kemudian, distribusi pangan. Perum Bulog bertanggung jawab untuk mendistribusikan pangan, terutama beras, ke seluruh wilayah Indonesia, terutama ke daerah-daerah yang kekurangan pangan.
Bisa juga dalam pengawasan harga pangan. Perum Bulog memantau harga pangan, terutama beras, untuk memastikan bahwa harga pangan tetap stabil dan tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Bahkan dalam Bantuan Pangan. Perum Bulog juga menyediakan bantuan pangan kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti bantuan pangan untuk korban bencana alam atau masyarakat miskin.
Selanjutnya, Perum Bulog memiliki beberapa cara untuk mengatur harga pangan, terutama beras, di Indonesia, yaitu melalui pembelian gabah/beras. Perum Bulog melakukan pembelian gabah/beras dari petani dan produsen pangan lainnya untuk meningkatkan stok pangan dan menstabilkan harga.
Kemudian penjualan beras. Perum Bulog menjual beras kepada masyarakat melalui berbagai saluran distribusi, seperti pasar tradisional dan toko-toko, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menstabilkan harga.
Bisa juga dengan pengaturan stok. Perum Bulog mengatur stok beras untuk memastikan bahwa ketersediaan beras tetap stabil dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga harga beras tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Atau melalui pemantauan harga. Perum Bulog memantau harga beras di pasar untuk memastikan bahwa harga beras tetap stabil dan tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Bahkan intervensi pasar. Perum Bulog dapat melakukan intervensi pasar dengan menjual beras di pasar untuk menstabilkan harga jika harga beras terlalu tinggi atau membeli beras jika harga beras terlalu rendah.
Di sisi lain, dalam kaitannya dengan pengelolaan stok pangan, terurama beras, Perum Bulog tampil dengan beberapa cara, yaitu pengadaan stok. Perum Bulog melakukan pengadaan stok beras dari petani, produsen pangan, dan importir untuk memastikan ketersediaan beras yang cukup.
Selanjutnya, penyimpanan stok. Perum Bulog memiliki gudang-gudang penyimpanan untuk menyimpan stok beras dan memastikan bahwa beras tetap dalam kondisi yang baik. Kemudian, pengawasan kualitas. Perum Bulog melakukan pengawasan kualitas beras untuk memastikan bahwa beras yang disimpan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Bisa juga dengan pengelolaan stok yang efektif. Perum Bulog mengelola stok beras dengan efektif untuk memastikan bahwa ketersediaan beras tetap stabil dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Lalu distribusi stok. Perum Bulog mendistribusikan stok beras ke seluruh wilayah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga stabilitas harga.
Bahkan pemantauan stok. Perum Bulog memantau stok beras secara terus-menerus untuk memastikan bahwa ketersediaan beras tetap stabil dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebagai operator pangan, Perum Bulog benar-benar sangat penting. Itu sebabnya, ada petinggi negeri ini yang berkehendak agar Perum Bulog, tidak lagi dalam status sebagai Badan Usaha Milik Negara, namun sepantasnya diposisikan sebagai Lembaga Otonom Pemerintah langsung dibawah Presiden. Pembahasan ke arah itu, kini masih dalam pemggodpkan. Ada baiknya kita tunggu bersama.
***
Judul: Operator Pangan
Penulis: Ir. Entang Sastraatmadja
Editor: Jumari Haryadi










