“Nyongcolang”

oleh: Ir. Entang Sastraatmadja

MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Rabu (19/11/2025) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “”Nyongcolang”” ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelics Musyawarah Sunda (MMS).

Istilah “nyongcolang” dalam bahasa Sunda memang memiliki arti “yang terbaik” atau “unggul”. Kemungkinan besar, kata ini muncul sebagai ekspresi untuk menggambarkan sesuatu yang sangat baik atau istimewa dalam budaya Sunda.

Ir. Entang Sastraatmadja, penulis – (Sumber: tabloidsinartani.com)

Bahasa Sunda sendiri kaya akan idiom dan ekspresi yang unik, dan “nyongcolang” mungkin salah satu contoh ekspresi yang digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk memberikan penekanan pada kualitas atau keistimewaan sesuatu.

Namun begitu, ada juga pandangan, “nyongcolang” berarti besar atau besar sekali dalam bahasa Sunda. Ini adalah kata sifat yang menggambarkan sesuatu yang ukurannya lebih besar dari rata-rata, seperti “gedé”. Contoh kalimatnya, jika mendengar kata “imah nyongcolang,” maka itu berarti “rumah yang besar” dan berbeda dengan rumah-rumah yang ada disekitarnya.

Istilah “nyongcolang” itu cukup unik dan lucu!. Berikut beberapa kemungkinan faktor yang bisa menyebabkan seseorang “nyongcolang”:

Pertama, keterlibatan yang tidak terduga. Seseorang mungkin saja melakukan sesuatu yang tidak biasa karena terpengaruh oleh situasi atau lingkungan sekitar.

Kedua, perilaku spontan. Beberapa orang memiliki sifat spontan dan suka melakukan sesuatu tanpa terlalu banyak berpikir.

Ketiga, kreativitas. Kreativitas bisa membuat seseorang melakukan sesuatu yang tidak terduga dan “nyongcolang”.

Keempat, pengaruh sosial. Teman atau lingkungan sosial bisa mempengaruhi seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak biasa.

Kelima, keterampilan improvisasi. Beberapa orang memiliki kemampuan untuk berpikir cepat dan melakukan sesuatu yang tidak terduga.

Mungkin ada banyak faktor lain yang bisa menyebabkan seseorang “nyongcolang”. Apakah diantara kita memiliki contoh spesifik tentang seseorang yang “nyongcolang” ?

Kalau ingin menjadi seseorang yang “nyongcolang” alias melakukan sesuatu yang tidak terduga dan menarik, dibawah ini ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan, diantaranya :

1. Pikiran terbuka. Jangan takut untuk berpikir di luar kotak dan mencoba hal-hal baru.

2. Kreativitas. Kembangkan kemampuanmu untuk berpikir kreatif dan mencari solusi yang tidak biasa.

3. Keberanian. Jangan takut untuk mengambil risiko dan melakukan sesuatu yang tidak terduga.

4. Fleksibilitas. Belajarlah untuk beradaptasi dengan situasi yang tidak terduga dan mengubah rencana jika perlu.

5. Pengalaman. Coba hal-hal baru dan kumpulkan pengalaman untuk memperluas wawasanmu.

6. Kemampuan improvisasi Latih kemampuanmu untuk berpikir cepat dan merespons situasi yang tidak terduga.

7. Sikap positif. Jangan takut untuk menjadi diri sendiri dan menikmati prosesnya.

Catat dengan baik, untuk menjadi “nyongcolang”, bukan berarti harus melakukan hal-hal yang berisiko atau tidak bertanggung jawab. Yang penting adalah memiliki keberanian untuk menjadi diri sendiri dan menikmati prosesnya !

Jika kata nyongcolang ini dikaitkan dengan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat saat ini boleh jadi sosok Purbawa Yudi Sadewa, Menteri Keuangan sekarang, bisa dikatakan sedang nyongcolang, sekiranya dibandingkan dengan Menteri-Menteri lainnya didalam rengrengan Kabinet Merah Putih.

Purbaya Yudhi Sadewa memang memiliki latar belakang yang kuat di bidang ekonomi dan keuangan, membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan di Kabinet Merah Putih. Dengan pengalaman sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan berbagai jabatan strategis lainnya, Purbaya memiliki kualifikasi yang baik untuk mengemban tugas barunya.

Beberapa faktor yang mungkin membuat Purbaya dianggap “nyongcolang” dibandingkan Menteri lain di Kabinet Merah Putih adalah :

– Pengalaman di bidang ekonomi dan keuangan. Purbaya memiliki latar belakang yang kuat di bidang ekonomi dan keuangan, dengan pengalaman sebagai Chief Economist Danareksa Research Institute dan Direktur Utama PT Danareksa Securities.

– Jabatan strategis sebelumnya. Purbaya telah menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS dan memiliki pengalaman di pemerintahan sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kemenko Perekonomian dan Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden.

– Pendidikan yang baik. Purbaya menempuh pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Purdue University, Amerika Serikat, dengan gelar MSc dan Ph.D di bidang Ilmu Ekonomi.

Namun, apakah Purbaya “nyongcolang” dibandingkan Menteri lain di Kabinet Merah Putih sangat tergantung pada perspektif dan kriteria yang digunakan. Yang pasti, Purbaya memiliki kualifikasi dan pengalaman yang baik untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Semoga jadi percik permenungan bersama.

***

Judul: “Nyongcolang”
Penulis: Ir. Entang Sastraatmadja
Editor: Jumari Haryadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *