Khutbah Jumat: Memahami Makna Lima Huruf Kata Sya’ban

Ustadz H. Asep Ruslan di Masjid Al Kautsar Komplek Griya Asri Kota Bandung

khutbah jumat
Ust. H. Asep Ruslan (Ketua Yayasan Rahmat Lil Alamin & Pembina Pondok Pesantren Rahmat Lil Alamin), Jumat (23/1/2026) di Masjid Al Kautsar Komplek Griya Asri Jl. Asri Raya, Cisaranten Endah, Kota Bandung (Foto: Asep Ruslan)

MAJMUSSUNDA.ID, KOTA BANDUNG – Bulan Sya’ban merupakan bulan yang spesial karena diapit oleh dua bulan mulia yakni Rajab dan Ramadhan dan seolah menjadi paket yang ditunggu-tunggu umat Islam dengan banyaknya doa yang selalu kita panjatkan di awal memasuki bulan Rajab.

Allahumma barik lana fi Rajaba, wa Sha’bana, wa ballighna Ramadana. Artinya: Ya Allah, anugerahkanlah keberkahan kepada kami di bulan Rajab dan bulan Sya’ban, dan sampaikanlah umur kami pada bulan Ramadhan (HR Anas bin Malik ra).

Sya’ban juga memiliki keistimewaan yang bisa kita pahami dari lima huruf yang membentuk kata Sya’ban yakni Syin, ‘Ain, Ba’, Alif, dan Nun.

khutbah jumat
Ust. H. Asep Ruslan (Ketua Yayasan Rahmat Lil Alamin & Pembina Pondok Pesantren Rahmat Lil Alamin), Jumat (23/1/2026) di Masjid Al Kautsar Komplek Griya Asri Jl. Asri Raya, Cisaranten Endah, Kota Bandung (Foto: Asep Ruslan)

Melalui khutbah Jumat berjudul, “Memahami Makna Lima Huruf Kata Sya’ban” khatib Ust. H. Asep Ruslan (Ketua Yayasan Rahmat Lil Alamin dan Pembina Pondok Pesantren Rahmat Lil Alamin) di Masjid Al Kautsar Komplek Griya Asri Jl. Asri Raya, Cisaranten Endah, Kota Bandung, Jumat (23/1/2026).

Mengajak umat Islam untuk memahami makna huruf tersebut dengan sumber Kitab Nuzhatul Majâlis wa Muntakhabun Nafâ’is karya Al-Imam ‘Abdurraḥmān As-Syafūry. Semoga bermanfaat.

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍࣖ

Jamaah Jumat Masjid Al Kautsar Rahimakumullah,

Mengawali khutbah Jumat ini, mari kita menata hati dan menata niat. Bahwa kita hadir di majelis ini untuk semata-mata beribadah kepada Allah SWT dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Jangan sampai kita memiliki niat lain yang kurang tepat, sehingga kita tidak mendapatkan keutamaan dari ibadah shalat Jumat yang kita lakukan.

masjid
Masjid Al Kautsar Komplek Griya Asri Jl. Asri Raya, Cisaranten Endah, Kota Bandung (Foto: Asep Ruslan)

Alhamdulillah saat ini kita sudah memasuki bulan Sya’ban, yakni tanggal 4 Syaban 1447 Hijriah.

Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam kalender Islam yang merupakan bulan ke-8 dalam kalender hijriah.

Bulan ini diapit oleh dua bulan mulia yakni Rajab dan Ramadhan, dan seolah menjadi paket yang ditunggu-tunggu umat Islam dengan banyaknya doa yang selalu kita panjatkan di awal memasuki bulan Rajab.

Allahumma barik lana fi Rajaba, wa Sha’bana, wa ballighna Ramadana.

Artinya: Ya Allah, anugerahkanlah keberkahan kepada kami di bulan Rajab dan bulan Sya’ban, dan sampaikanlah umur kami pada bulan Ramadhan (HR Anas bin Malik ra).

jamaah
Jamaah sholat Jumat di Masjid Al Kautsar Komplek Griya Asri Jl. Asri Raya, Cisaranten Endah, Kota Bandung (Foto: Asep Ruslan)

Posisi Sya’ban yang berada tepat sebelum Ramadhan menjadikannya waktu yang sangat strategis bagi kita

untuk mempersiapkan diri, baik secara lahir maupun batin, dalam menyongsong bulan suci Ramadhan.

“Pada bulan Sya’ban ini kita akan bisa melakukan pembinaan jiwa, penyucian hati, serta penataan niat agar saat memasuki Ramadhan, kita memiliki kesiapan iman yang lebih matang”.

Pada kesempatan khutbah ini, khatib akan menyampaikan materi khutbah dengan tema: “Memahami Makna 5 Huruf Kata Sya’ban.”

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Dalam kitab Nuzhatul Majâlis wa Muntakhabun Nafâ’is karya Al-Imam ‘Abdurraḥmān As-Syafūry dijelaskan bahwa Kata Sya’ban (شَعْبَانَ) dapat dipahami sebagai rangkaian nilai-nilai bermakna yang tersusun dari setiap hurufnya.

Penjelasan ini menjadi isyarat penting tentang karakter dan semangat yang seharusnya kita hidupkan selama bulan Sya’ban.

Huruf pertama adalah, shīn (ش), yang bermakna Asy-Syaraf (الشَّرَفُ) atau kemuliaan. Hal ini menunjukkan bahwa Sya’ban adalah bulan kemuliaan, waktu yang tepat untuk menjaga kehormatan diri sebagai hamba Allah.

jamaah
Jamaah sholat Jumat di Masjid Al Kautsar Komplek Griya Asri Jl. Asri Raya, Cisaranten Endah, Kota Bandung (Foto: Asep Ruslan)

Pada bulan ini, kita dianjurkan memperbaiki akhlak, menjaga lisan dan perbuatan, serta meningkatkan kualitas ketaatan kepada Allah SWT, karena pada bulan inilah catatan amalan kita akan diangkat dan disetorkan kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

فَذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ، بَيْنَ شَهْرِ رَجَبٍ وَشَهْرِ رَمَضَانَ، تُرْفَعُ فِيهِ أَعْمَالُ النَّاسِ، فَأُحِبُّ أَنْ لَا يُرْفَعَ عَمَلِي إِلَّا وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: “Itu (Sya’ban) bulan yang dilalaikan manusia antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan. Aku ingin amalku tidak diangkat kecuali aku sedang berpuasa,” (HR Nasa’i dan Ahmad).

Huruf kedua adalah ‘ain (ع), yang dimaknai sebagai Al-Uluw (العُلُوُّ) atau derajat dan kedudukan yang tinggi lagi terhormat. Makna ini mengisyaratkan bahwa Sya’ban adalah momentum peningkatan derajat keimanan dan ketakwaan.

Ibadah yang dilakukan dengan ikhlas, seperti puasa sunnah, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW serta memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an, mampu menjadi cara untuk mengangkat kedudukan seorang hamba di sisi Allah.

Hal ini selaras dengan berfirman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13:

اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Artinya: Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha teliti.

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Selanjutnya Huruf ketiga adalah ba’ (ب), berarti Al-Birru (البِرُّ) yang memiliki arti kebaikan.

Sya’ban adalah bulan memperbanyak kebajikan dalam arti yang luas.

Kebaikan tidak hanya diwujudkan dalam bentuk ibadah ritual, tetapi juga dalam kepedulian sosial, membantu sesama, menebarkan manfaat, serta menumbuhkan sikap empati dan solidaritas di tengah masyarakat.

Terlebih saat ini, banyak berbagai kejadian memilukan di berbagai tempat, mulai dari bencana sampai dengan peperangan. Kondisi ini harus mampu memanggil hati nurani kita untuk peduli pada sesama dengan memberi bantuan agar bisa terwujud kebaikan.

Allah berfirman dalam surat  Al-An’am ayat 160:

مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَالِهَاۚ وَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰٓى اِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ

Artinya: Siapa yang berbuat kebaikan, dia akan mendapat balasan sepuluh kali lipatnya. Siapa yang berbuat keburukan, dia tidak akan diberi balasan melainkan yang seimbang dengannya. Mereka (sedikit pun) tidak dizalimi (dirugikan).

Kemudian huruf keempat adalah alif (ا) yang dimaknai sebagai Al-Ulfah (الأُلْفَة) yakni kasih sayang dan keakraban. Makna ini menegaskan bahwa Sya’ban adalah bulan untuk memperkuat persaudaraan dan keharmonisan. Kita diingatkan untuk memperbaiki hubungan yang renggang, memaafkan kesalahan orang lain, dan menumbuhkan cinta kasih, baik dalam keluarga maupun di lingkungan sosial.

Hal ini menjadi bagian dari ciri-ciri orang bertakwa yang disebutkan dalam Al-Qur’an surat Ali ‘Imran ayat 134:

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ ۝١٣٤

Artinya: (yaitu) orang2 yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang2 yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang2 yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang2 yang berbuat kebaikan.

Kemudian huruf terakhir kata Sya’ban (شَعْبَانَ) Dalam kitab Nuzhatul Majâlis wa Muntakhabun Nafâ’is karya Al-Imam ‘Abdurraḥmān As-Syafūry, adalah nun (ن), yang bermakna An-Nur (النُّوْرُ) atau cahaya. Cahaya ini melambangkan hidayah, kejernihan hati, dan ketenangan jiwa.

Amal-amal yang dilakukan di bulan Sya’ban diharapkan menjadi cahaya yang menerangi kehidupan kita, sekaligus menjadi bekal utama untuk memasuki Ramadhan dengan iman yang lebih kuat dan hati yang lebih bersih.

jamaah
Ust. H. Asep Ruslan bersama Ir. H. Mamad Farmadi Ketua DKM Al Kautsar Komplek Griya Asri Jl. Asri Raya, Cisaranten Endah, Kota Bandung (Foto: Asep Ruslan)

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat rahimakumullah,

Mengakhiri khutbah Jumat ini marilah kita menghidupkan bulan Sya’ban dengan memperbanyak amal saleh, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Jangan biarkan Sya’ban berlalu tanpa makna. Mari jadikan Sya’ban sebagai bulan persiapan ruhani agar ketika Ramadhan tiba, kita benar-benar siap memasukinya dengan hati yang bersih, iman yang kuat, dan semangat ibadah yang lebih baik. Amin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ، فَاعْتَبِرُوْا يَآ أُوْلِى اْلأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: (وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر) إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Sumber: https://islam.nu.or.id/

***

Judul: Memahami Makna Lima Huruf Kata Sya’ban
Jurnalis: Asep Ruslan
Editor: Asep Ruslan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *