Jangan Sampai Pangan Bermasalah

oleh: Ir. Entang Sastraatmadja

MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Jum’at (25/07/2025) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “Jangan Sampai Pangan Bermasalah” ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelis Musyawarah Sunda (MMS).

Pangan memiliki makna yang sangat penting dalam pembangunan bangsa dan negara. Paling tidak, ada lima hal yang patut dijadikan pencermatan kita bersama. Pertana kemandirian bangsa. Pangan merupakan salah satu aspek penting dalam kemandirian bangsa, karena ketersediaan pangan yang stabil dapat meningkatkan kedaulatan negara.

Ir. Entang Sastraatmadja, penulis – (Sumber: tabloidsinartani.com)

Kedua, kesejahteraan rakyat. Pangan yang cukup dan bergizi dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kualitas hidup. Ketiga, pertumbuhan ekonomi. Sektor pangan dapat menjadi penggerak ekonomi, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengurangi angka pengangguran.

Keempat, stabilitas politik. Ketersediaan pangan yang stabil dapat meningkatkan stabilitas politik, mengurangi konflik sosial, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Kelima, kualitas sumber daya manusia. Pangan yang bergizi dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi angka kesakitan.

Oleh karena itu, pangan merupakan aspek penting dalam pembangunan bangsa dan negara, dan pemerintah serta masyarakat harus bekerja sama untuk meningkatkan produksi pangan, mengurangi ketergantungan pada impor, dan memastikan ketersediaan pangan yang stabil.

Dalam wawancara dengan Rossi di Kompas TV, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan “kalau pangan bermasalah, maka Republik ini pun bermasalah”. Makna dari “kalau pangan bermasalah maka republik ini pun bermasalah” adalah bahwa ketersediaan dan keamanan pangan merupakan fondasi penting bagi stabilitas dan kemajuan suatu negara.

Jika pangan bermasalah, maka dapat berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan masyarakat dan negara, seperti kestabilan politik. Krisis pangan dapat memicu ketidakstabilan politik, demonstrasi, dan konflik sosial. Selanjutnya, kemakmuran rakyat. Ketersediaan pangan yang tidak terjamin dapat mempengaruhi kesejahteraan rakyat, meningkatkan kemiskinan, dan menurunkan kualitas hidup.

Kemudian, terkait dengan pertumbuhan ekonomi. Krisis pangan dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan penurunan produktivitas. Terakhir akan berhubungan dengan keamanan nasional. Ketergantungan pada impor pangan dapat membahayakan keamanan nasional dan kedaulatan negara.

Oleh karena itu, sangat dibutuhkan adanya kebijakan yang memastikan ketersediaan dan keamanan pangan merupakan prioritas penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk menjaga stabilitas dan kemajuan negara. Itu sebabnya, yang disebut dengan Perencanaan Pangan merupakan kebutuhsn yang tidak bisa lagi ditunda-tunda penggarapannya.

Perencanaan pangan adalah proses sistematis untuk memprediksi, merencanakan, dan mengelola kebutuhan pangan suatu negara atau wilayah. Tujuan perencanaan pangan adalah pertama memastikan ketersediaan pangan dengan mencukupi kebutuhan pangan masyarakat dengan memproduksi, mengimpor, atau mendistribusikan pangan yang cukup.

Kedua, mengelola risiko dengan mengidentifikasi dan mengelola risiko yang dapat mempengaruhi ketersediaan pangan, seperti bencana alam, perubahan iklim, atau krisis ekonomi. Ketiga, meningkatkan kemandirian pangan dengan meningkatkan kemampuan suatu negara atau wilayah untuk memproduksi pangan sendiri dan mengurangi ketergantungan pada impor. Keempat, mengoptimalkan sumber daya seperti lahan, air, dan tenaga kerja, untuk meningkatkan produksi pangan.

Selain itu, dalam penerapannya, Perencanaan Pangan melibatkan berbagai aspek, seperti analisis kebutuhan pangan dengan menganalisis kebutuhan pangan masyarakat dan memprediksi kebutuhan masa depan. Selanjutnya, pengembangan kebijakan dengan Mengembangkan kebijakan pangan yang efektif untuk meningkatkan produksi, distribusi, dan konsumsi pangan.

Kemudian, mengelola stok pangan untuk memastikan ketersediaan pangan yang stabil. Dan mengembangkan kerja sama internasional untuk meningkatkan perdagangan pangan dan mengurangi risiko. Dengan perencanaan pangan yang efektif, suatu negara atau wilayah dapat meningkatkan ketersediaan pangan, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Perbincangan selanjutnya adalah apakah betul, bila pangan bermasalah, maka Republik ini pun jadi runyam ? Ya, benar. Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat penting untuk kelangsungan hidup. Jika pangan bermasalah, maka dapat berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan masyarakat dan negara, seperti :

– Kestabilan politik. Krisis pangan dapat memicu ketidakstabilan politik, demonstrasi, dan konflik sosial.
– Kemakmuran rakyat. Ketersediaan pangan yang tidak terjamin dapat mempengaruhi kesejahteraan rakyat, meningkatkan kemiskinan, dan menurunkan kualitas hidup.

– Pertumbuhan ekonomi. Krisis pangan dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan penurunan produktivitas.
– Keamanan nasional. Ketergantungan pada impor pangan dapat membahayakan keamanan nasional dan kedaulatan negara.

Oleh karena itu, langkah memastikan ketersediaan dan keamanan pangan merupakan prioritas penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk menjaga stabilitas dan kemajuan negara, sebaiknya dijadikan salah satu prioritas dalam pembangunan pangan menuju Ketahanan, Kemandirian dan Kedaulatan pangan yang diimpikan.

Dalam konteks Republik Indonesia, pangan merupakan isu strategis yang sangat penting. Indonesia memiliki potensi besar dalam produksi pangan, namun masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan domestik. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk meningkatkan produksi pangan, mengurangi ketergantungan pada impor, dan memastikan ketersediaan pangan yang stabil.

***

Judul: Jangan Sampai Pangan Bermasalah
Penulis: Ir. Entang Sastraatmadja
Editor: Jumari Haryadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *