MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jumat (04/07/2025) – Artikel berjudul “Indonesia 2045: Jika Credit Union Keling Kumang Menjadi Model Nasional” ini ditulis oleh: Prof. Dr. Ir. H. Agus Pakpahan, M.S., Anggota Dewan Pini Sepuh Majelis Musyawarah Sunda (MMS) dan Rektor IKOPIN University Bandung.
Apa yang terjadi terhadap Indonesia pada 2045 jika Credit Union (CU) Keling Kumang Menjadi Model Nasional? Setidaknya ada tujuh hal yang akan terjadi, yaitu:
1. Aset dan Jangkauan Koperasi yang Luar Biasa
– CUKK saat ini (2024): Aset Rp2,23 triliun – 230.000 anggota
– Proyeksi 2045 (jika nasional):
– 10.000 koperasi serupa → total aset nasional koperasi: >Rp 5.000 triliun
– Keanggotaan koperasi: >100 juta warga aktif
– PDB koperasi: kontribusi meningkat dari <5% → >25% PDB nasional
Bandingkan: Aset per kapita koperasi naik drastis; masyarakat tak lagi bergantung pada perbankan komersial.

2. Dominasi Ekonomi Kerakyatan
– Rantai pasok pangan, energi, dan layanan keuangan dikelola koperasi lokal secara efisien.
– Distribusi nilai tambah kembali ke anggota—mendorong konsumsi berbasis komunitas dan produksi berbasis solidaritas.
– Tidak ada “wilayah tertinggal”—karena koperasi aktif merata di Papua, Kalimantan, NTT, hingga pelosok Sumatra.
3. Lompatan Literasi dan Kedisiplinan Keuangan
– Financial education dimulai sejak SD, diadopsi dari praktik CU Keling Kumang.
– Masyarakat luas memahami bunga, risiko, investasi, dan perencanaan hidup.
– Angka kredit macet rendah, masyarakat mandiri dan tangguh menghadapi tekanan ekonomi global.
4. Ekosistem Ekonomi Lokal yang Resilien
– Koperasi menjadi pusat pertumbuhan mikroregion:
– CUKK Energi (energi surya desa)
– CUKK Edu (BMT + Beasiswa Gotong Royong)
– CUKK Agro (klaster tani & peternak koperatif)
– Urbanisasi terkendali; kualitas hidup di desa setara kota.
Efek: Kemiskinan struktural musnah. Desa bukan objek bantuan, tapi subjek pembangunan.
5. Generasi “Sarjana Koperasi” sebagai Pemimpin Baru
– Ribuan lulusan Cooperative Grant University (CGU) menjadi CEO koperasi, menteri koperasi, dan inovator teknologi sosial.
– CGU menjadi World Center for Cooperative Civilization, dikunjungi delegasi dari Global South.
6. Transparansi dan Akuntabilitas Lintas Sektor
– Budaya audit internal, pendidikan nilai, dan pelaporan terbuka menjadi norma di koperasi dan lembaga publik.
– Praktik CU Keling Kumang soal keterbukaan keuangan ditiru oleh BUMN dan lembaga negara.
7. Kedaulatan Ekonomi dan Budaya
– Indonesia menjadi pelopor ekonomi tropikal koperatif:
– Energi surya, pangan lokal, dan platform digital koperatif berskala ASEAN
– Sistem ekonomi nasional tak hanya kompetitif tapi juga beretika, inklusif, dan berdaulat
Penutup: Visi Indonesia yang “Keling Kumang-istik”
“Jika koperasi seperti CU Keling Kumang membentuk DNA ekonomi nasional, maka 2045 bukan hanya Indonesia Emas, tapi Indonesia Bermartabat, Berdaulat, dan Berbagi.”
***
Judul: Indonesia 2045: Jika Credit Union Keling Kumang Menjadi Model Nasional
Penulis: Prof. Agus Pakpahan
Editor: Jumari Haryadi










