Hubbul Wathan Minal Iman, Cinta Tanah Air Bagian dari Iman

Khutbah Jumat di Masjid Al Madinah Komplek Madani Regency Kota Bandung

cinta tanah air
Hubbul Wathan Minal Iman adalah sebuah ungkapan bahasa Arab yang berarti Cinta Tanah Air adalah bagian dari iman. (Foto: Istimewa)

MajmusSunda News, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/08/2025) – Masyarakat Indonesia di seluruh penjuru tanah air, di awal bulan Agustus 2025 ini telah mempersiapkan Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Hingar bingar menyambut hari kemerdekaan sudah terasa, atribut-atribut juga telah dipersiapkan. Bendera Merah Putih, baliho, hingga berbagai ornamen dipasang menghiasi tiap sudut, dari kota hingga desa.

Indonesia meraih kemerdekaan dengan penuh perjuangan. Perjuangan itu berlandaskan ingin membela tanah air dari penjajahan.

Nabi Muhammad saw juga dikenal sebagai sosok yang cinta tanah air.

Karenanya, di momen spesial 1 Agustus 2023 Masehi atau 6 Shafar 1447 Hijriah, Redaksi mengetengahkan naskah Khutbah Jumat dengan topik, “Hubbul Wathan Minal Iman Cinta Tanah Air Bagian dari Iman,” disampaikan oleh H. Asep Ruslan, Ketua Yayasan Rahmat Lil Alamin (YARLA) dan Pembina Pondok Pesantren Rahmat Lil Alamin (PARLA), di Masjid Al Madinah Komplek Madani Regency Jalan Cijambe No.1a, Kelurahan Pasir Endah, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung, Jumat (1/08/2025).

Bagikan dan sebarkan naskah Khutbah Jumat ini sebagai bentuk saling menginspirasi dalam kebaikan. Semoga pesan ini dapat memberi manfaat yang luas dan penuh berkah. Aamiin.

khutbah jumat
H. Asep Ruslan, Ketua Yayasan Rahmat Lil Alamin (YARLA) dan Pembina Pondok Pesantren Rahmat Lil Alamin (PARLA) di Purwakarta (Foto: Asep Ruslan)

KHUTBAH PERTAMA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُوْلِى الْفَضْلِ الْجَسِيْمِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ الْكَرِيْمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jumat Rohimakumullah,

Mengawali khutbah Jumat dari mimbar yang mulia ini, Hari ini tanggal 1 Agustus 2025 Masehi atau tanggal 6 Shafar 1447 Hijriah ini. Khatib mengajak seluruh hadirin sekalian, terutama diri khatib sendiri, agar selalu menjaga dan meningkatkan Iman dan Takwa kita kepada Allah swt, yakni dengan menjalankan setiap perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Dengan takwa kita dapat berharap mendapat kemudahan pada setiap langkah kehidupan yang kita lalui.

Sebagaimana Allah swt berfirman:

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ اَمْرِهٖ يُسْرًا

Artinya: “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya.” (QS. At-Thalaq ayat 4).

Sholawat dan salam selalu kita curahkan kepada baginda Nabi Muhammad saw. yang telah membimbing umat dalam memeluk agama Islam.

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jumat Rohimakumullah,

Masyarakat Indonesia di seluruh penjuru tanah air, di awal bulan Agustus ini telah mempersiapkan Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 dengan Tema, “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”

Tema tersebut mencerminkan tekad bangsa Indonesia untuk tetap solid dalam membangun kesepahaman sebagai satu kesatuan, saling mendukung, serta melangkah maju bersama menuju masa depan yang lebih baik.

Perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia adalah bagian dari cinta tanah air dan menumbuhkan rasa patriotisme.

cinta tanah air
Masjid Al Madinah Komplek Madani Regency Jalan Cijambe No.1a, Kelurahan Pasir Endah, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung. (Foto: Asep Ruslan)

Dalam Islam, konsep cinta tanah air telah dihayati oleh para pemeluknya. Adagium yang masyhur dalam konsep cinta tanah air termasuk bagian dari iman.

Adagium atau peribahasa tersebut disampaikan oleh Syekh Muhammad Ali dalam kitab Dalilul Falihin halaman 37:

Hubbul wathan minal iman. Artinya: “Cinta tanah air bagian dari iman.”

Ungkapan ini sering digunakan untuk menegaskan pentingnya rasa cinta tanah air sebagai bagian integral dari keyakinan agama, terutama dalam konteks Islam.

Mencintai tanah air Indonesia juga upaya untuk dapat beribadah sepanjang hayat dengan lebih mudah. Sebab, kondisi sosial politik ekonomi negara yang aman dan stabil, membuat umat Islam beribadah dengan nyaman, berbuat kebaikan dengan mudah dan dapat beristirahat dengan tenang.

Cinta tanah air juga dicontohkan oleh Rasulullah saw semasa hidup. Hal ini termaktub dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahih Bukhari juz 3 halaman 23:

“Ketika Rasulullah hendak datang dari bepergian, beliau mempercepat jalannya kendaraan yang ditunggangi setelah melihat dinding kota Madinah. Bahkan beliau sampai menggerak-gerakan binatang yang dikendarainya tersebut. Semua itu dilakukan sebagai bentuk kecintaan beliau terhadap tanah airnya. ” (HR Bukhari).

Berdasarkan hadis tersebut, Al-Hafidh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam Fath al-Bari juz 3, hal.705 menafsirkan hal ini bisa menunjukan keutamaan Madinah, maknanya untuk menganjurkan mencintai tempat kelahiran dan negeri tempat tinggal.

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jumat Rohimakumullah,

وَلَوْ اَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ اَنِ اقْتُلُوْۤا اَنْفُسَكُمْ اَوِ اخْرُجُوْا مِنْ دِيَا رِكُمْ مَّا فَعَلُوْهُ اِلَّا قَلِيْلٌ مِّنْهُمْ ۗ وَلَوْ اَنَّهُمْ فَعَلُوْا مَا يُوْعَظُوْنَ بِهٖ لَـكَا نَ خَيْرًا لَّهُمْ وَاَ شَدَّ تَثْبِيْتًا

Artinya: “Dan sekalipun telah Kami perintahkan kepada mereka, “Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu,” ternyata mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sekiranya mereka benar-benar melaksanakan perintah yang diberikan, niscaya itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka).” (QS. An-Nisa’ Ayat 66)

Para ulama menafsirkan ayat ini sebagai isyarat tentang pentingnya menjaga kampung halaman dan keterikatan hati manusia dengan tempat tinggalnya.

cinta tanah air
H. Asep Ruslan, Imam/Khotib di Masjid Al Madinah Komplek Madani Regency, Jumat (1/08/2025) Jl. Cijambe Kota Bandung, (Foto: Asep Ruslan)

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jumat Rohimakumullah,

Lalu apa manfaat dari Cinta Tanah Air? Kita mafhum bahwa kata cinta bermakna lebih dari sekadar kesukaan atau kegemaran. Cinta mengandung asosiasi mengasihi, merawat, mengembangkan, juga melindungi.

Ketika Rasulullah mencintai negeri Makkah, beliau menjadi orang yang sangat peduli terhadap penindasan dan bejatnya moral masyarakat musyrik kala itu. Saat beliau mencintai Madinah, beliau juga membangun masyarakat beradab dengan sistem hukum yang adil untuk masyarakat yang majemuk di Madinah.

Dengan demikian, cinta tanah air jauh dari pengertian fanatisme kelompok. Ia hadir justru dari semangat untuk menghargai seluruh manusia yang tinggal dalam satu tanah air yang sama meski berasal dari kelompok/suku yang berbeda-beda.

Cinta tanah air menandaikan seseorang untuk hidup saling menghargai, saling menolong, dan saling melindungi. Karena tanah air adalah tempat mereka lahir, sumber makanan, tempat beribadah, dan mungkin sekali juga tempat peristirahatan terakhir bagi kita.

Sebagai wujud cinta tanah air tersebut, marilah kita mengisi kemerdekaan ini dengan mengamalkan nilai-nilai luhur yang berdasar pada Pancasila, menjaga Bhineka Tunggal Ika, menjaga NKRI, dan menjaga Undang-undang Dasar 1945.

Sebagai warga negara yang baik, mari kita dedikasikan ilmu dan amal kita untuk kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai ini. Dedikasi tersebut tak terbatas ruang dan waktu. Seluruh profesi, jabatan, dan status social hendaknya bersatu padu untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan sejahtera.

Semoga Allah swt menjadikan negeri kita Indonesia dalam limpahan keberkahan, aman, damai, dan sejahtera. Warga di dalamnya dianugerahi petunjuk sehingga mampu bersatu padu, bergotong royong dan bersama-sama membangun kemaslahatan untuk semua.

وَاِ ذْ قَا لَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّا رْزُقْ اَهْلَهٗ مِنَ الثَّمَرٰتِ مَنْ اٰمَنَ مِنْهُمْ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ ۗ قَا لَ وَمَنْ كَفَرَ فَاُ مَتِّعُهٗ قَلِيْلًا ثُمَّ اَضْطَرُّهٗۤ اِلٰى عَذَا بِ النَّا رِ ۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ‏

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Ibrahim as berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”(QS. Al-Baqarah Ayat 126)

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

***

Judul: Hubbul Wathan Minal Iman Cinta Tanah Air Bagian dari Iman
Jurnalis: Asep Ruslan
Editor: Asep Ruslan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *