Titik Lemah Program SPHP

oleh: Ir. Entang Sastraatmadja

MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Sabtu (16/08/2025) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “Titik Lemah Program SPHP” ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelis Musyawarah Sunda (MMS).

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) adalah program yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, terutama beras, di pasar domestik. Tujuan utama program SPHP adalah untuk menjaga stabilitas harga. Program SPHP bertujuan untuk menjaga harga beras tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

Ir. Entang Sastraatmadja, penulis – (Sumber: tabloidsinartani.com)

Kemudian, meningkatkan ketersediaan. Program SPHP juga bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan beras di pasar domestik, sehingga masyarakat dapat memperoleh beras dengan mudah. Dan juga mengurangi fluktuasi harga. Program SPHP dapat membantu mengurangi fluktuasi harga beras di pasar domestik, sehingga masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang stabil.

Program SPHP dilaksanakan oleh Perum Bulog (Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik) yang bertanggung jawab untuk mengatur pasokan dan harga beras di pasar domestik. Program SPHP dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan nasional dan mengurangi dampak negatif dari fluktuasi harga pangan.

Sebagaimana yang disampaikan diatas, salah satu tujuan dari program SPHP adalah menjaga stabilitas harga. Stabilisasi harga adalah salah satu tujuan utama dari Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Dalam program SPHP, stabilisasi harga dilakukan dengan cara pertama mengatur pasokan. Perum Bulog mengatur pasokan beras di pasar domestik untuk menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran.

Kedua, mengendalikan harga. Perum Bulog juga mengendalikan harga beras di pasar domestik dengan cara menjual beras dengan harga yang stabil dan terjangkau. Ketiga, mengurangi fluktuasi harga. Dengan mengatur pasokan dan mengendalikan harga, program SPHP dapat membantu mengurangi fluktuasi harga beras di pasar domestik.

Dengan demikian, program SPHP dapat membantu menjaga stabilitas harga beras di pasar domestik, sehingga masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang stabil dan terjangkau. Stabilisasi harga juga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan nasional dan mengurangi dampak negatif dari fluktuasi harga pangan.

Lalu bagaimana dengan memperkokoh ketersediaan ? Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dapat meningkatkan ketersediaan beras di pasar domestik dengan beberapa langkah, antara lain pertama mengatur pasokan. Perum Bulog mengatur pasokan beras di pasar domestik untuk menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran.

Kedua, mengoptimalkan distribusi. Perum Bulog mengoptimalkan distribusi beras ke pasar-pasar tradisional dan modern untuk meningkatkan ketersediaan beras di berbagai wilayah. Ketiga, mengelola stok. Perum Bulog mengelola stok beras untuk memastikan bahwa ketersediaan beras di pasar domestik tetap stabil dan terjangkau.

Keempat, mengimpor beras. Jika diperlukan, Perum Bulog dapat mengimpor beras untuk meningkatkan ketersediaan beras di pasar domestik dan menjaga stabilitas harga. Kelima, berkolaborasi dengan petani. Perum Bulog dapat berkolaborasi dengan petani untuk meningkatkan produksi beras dan memastikan bahwa beras yang dihasilkan berkualitas baik.

Dengan langkah-langkah tersebut, program SPHP dapat membantu meningkatkan ketersediaan beras di pasar domestik, sehingga masyarakat dapat memperoleh beras dengan mudah dan harga yang terjangkau.

Selanjutnya bagaimana program SPHP dapat mengurangi fluktuasi harga ? Fluktuasi harga adalah salah satu masalah yang dihadapi oleh pasar beras di Indonesia. Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dapat membantu mengurangi fluktuasi harga beras dengan beberapa cara, antara lain pertama mengatur pasokan. Perum Bulog mengatur pasokan beras di pasar domestik untuk menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran, sehingga harga beras dapat stabil.

Kedua, .engendalikan harga. Perum Bulog juga mengendalikan harga beras di pasar domestik dengan cara menjual beras dengan harga yang stabil dan terjangkau. Ketiga, mengurangi ketidakpastian. Dengan mengatur pasokan dan mengendalikan harga, program SPHP dapat membantu mengurangi ketidakpastian harga beras di pasar domestik, sehingga masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang stabil dan terjangkau.

Dengan demikian, program SPHP dapat membantu mengurangi fluktuasi harga beras di pasar domestik, sehingga masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang stabil dan terjangkau. Hal ini dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan nasional dan mengurangi dampak negatif dari fluktuasi harga pangan.

Atas penjelasan diatas, tampak terekam Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) memiliki beberapa potensi titik lemah, antara lain:
– Keterlambatan Penyaluran. Penyaluran beras SPHP yang terlambat dapat menyebabkan harga beras di pasar tidak terkendali dan masyarakat tidak dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau.

– Keterbatasan Pasokan. Keterbatasan pasokan beras dapat menyebabkan program SPHP tidak efektif dalam mengendalikan harga beras di pasar.
– Penjualan di Atas HET. Penjualan beras SPHP di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dapat menyebabkan masyarakat tidak memperoleh beras dengan harga yang terjangkau dan merugikan masyarakat.

– Keterlibatan Banyak Pihak. Program SPHP memerlukan keterlibatan banyak pihak, termasuk pemerintah, Perum Bulog, dan masyarakat. Keterlibatan banyak pihak dapat menyebabkan kesulitan dalam koordinasi dan pelaksanaan program.
– Pengawasan dan Penindakan. Pengawasan dan penindakan yang tidak efektif dapat menyebabkan pelanggaran terhadap aturan program SPHP, seperti penjualan beras di atas HET.

Namun begitu, untuk mengeleminir hal-hal yang tak diinginkan, pemerintah dan Perum Bulog terus berupaya meningkatkan efektivitas program SPHP dengan meningkatkan pengawasan. Pemerintah dan Perum Bulog meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran beras SPHP untuk memastikan bahwa beras disalurkan dengan harga yang terjangkau dan sesuai dengan aturan.

Kemudian, mengoptimalkan penyaluran. Perum Bulog mengoptimalkan penyaluran beras SPHP melalui berbagai saluran distribusi resmi, seperti pasar rakyat dan kios pangan. Dan menindak pelanggaran. Pemerintah dan Satgas Pangan Polri melakukan penindakan tegas terhadap pelanggaran aturan program SPHP, seperti penjualan beras di atas HET.

Semoga jadi catatan kita bersama. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *