Mengenal Lebih Dekat KH Hasyim Asy’ari, Pendiri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dan Nahdlatul Ulama

Silsilah KH Hasyim Asy'ari bersambung hingga Sultan Pajang (Jaka Tingkir alias Mas Karebet atau Sultan Hadiwijaya) yang merupakan keturunan Prabu Brawijaya VI.

KH Hasyim Asy'ari. (Foto: Pinterest)

MajmusSunda News, Jumat, (23/10/2026)-KH Hasyim Asy’ari dikenal salah satu tokoh nasional dari Jombang, juga salah satu ulama besar pendiri Pondok Pesantren (Pontren) Tebuireng Jawa Timur dan pendiri organisasi Islam terbesar Nadlatul Ulama (NU)

Dikutip dari buku berjudul KH. Hasyim Asy’ari karya Abdul Hadi, beliau lahir pada hari Selasa Kliwon, 24 Zulkaidah 1287 H bertepatan dengan 14 Februari 1871 M di desa Gedang, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Ia memiliki nama lengkap Muhammad Hasyim, sementara nama Asy’ari dinisbatkan kepada ayahnya KH Asy’ari, seorang ulama dan pengasuh Pondok Pesantren Keras di Jombang.

Sedangkan Ibunya bernama Halimah putri Kiai Utsman, seorang ulama terkenal sekaligus pendiri Pondok Pesantren Gedang masih di Jawa Timur.

Dari jalur nasab Ibu, silsilah KH Hasyim Asy’ari bersambung hingga Sultan Pajang (Jaka Tingkir alias Mas Karebet atau Sultan Hadiwijaya) yang merupakan keturunan Prabu Brawijaya VI.

Sementara jalur nasab ayah, bersambung kepada Syekh Maulana Ishak hingga Imam Ja’far Shadiq bin Muhammad al-Baqir.

Latar Belakang Pendidikan KH Hasyim Asy’ari, Cerdas dan Pencinta Ilmu

Mengutip dari buku Selayang Pandang KH. Hasyim Asy’ari karya Rizem Aizid, beliau dididik langsung oleh kakek dan ayahnya sejak usia 6 tahun.

Berkat kecerdasannya, KH Hasyim Asy’ari bisa menguasai berbagai kitab berbahasa Arab hingga pada usia 13 tahun sudah dipercaya membantu mengajar para santri.

Lebih dari itu karena kecintaannya akan mengemban ilmu,KH Hasyim Asy’ari memulai perjalanan pendidikannya di usia 15 tahun.

Dari tahun 1886-1891, menimba ilmu dari satu pesantren ke pesantren lain di Jawa hingga Madura, termasuk berguru kepada Syaikhona Khalil Bangkalan. Kemudian melanjutkan pengembaraannya ke Mekkah dari tahun 1893-1899.

Pada tahun 1899/1900, KH Hasyim Asy’ari kembali ke Indonesia berbekal ilmu agama yang sangat mendalam disertai dengan hafalan 6 kitab hadits.

Berkat bekal tersebutlah beliau mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang yang kini menjadi salah satu pusat pendidikan Islam besar di Indon

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *