MajmusSunda News – Jatinangor, Rabu (14/10/2026) –Konsistensi Universitas Padjadjaran selama 18 tahun dalam menyelenggarakan pagelaran budaya Sunda melalui program Pidangan Rumawat Padjadjaran mengantarkan Unpad meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Perguruan Tinggi yang Menyelenggarakan Pagelaran Budaya Sunda secara Berkesinambungan Terlama”. Penghargaan diserahkan oleh Prof. Jaya Suprana dan diterima langsung oleh Kepala Pusat Budaya Sunda Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, di Museum Rekor Dunia Indonesia, Jakarta, Senin (12/10).
“Penghargaan bukan menjadi tujuan. Justru, yang harus kita lakukan adalah melanjutkan kegiatan ini sesuai dengan misi utama Unpad, yaitu menjadi pusat budaya, khususnya budaya Sunda,” ujar Prof. Ganjar, yang juga merupakan Rektor ke-10 Unpad, dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad pada Selasa (13/10).
Sejak 2008, Pidangan Rumawat Padjadjaran yang diprakarsai oleh Prof. Ganjar telah menghadirkan beragam pagelaran kesenian dan budaya. Sebagian besar pertunjukan mengangkat kesenian Sunda, juga menampilkan bentuk kesenian lain seperti musik, teater, dan diskusi mengenai video pengabdian guru besar. Sejumlah pertunjukan yang pernah ditampilkan di antaranya musik oleh Iwan Abdulrachman serta teater Mastodon dan Burung Kondor. Pada pagelaran terakhir, Pidangan Rumawat mengangkat kekayaan kuliner tradisional Sunda melalui lagu-lagu yang berkaitan dengan beragam makanan khas daerah (Baca: Pidangan Rumawat Padjadjaran ke-111, Bukti Konsistensi Unpad dalam Melestarikan Budaya Sunda).
Di tengah perkembangan zaman, upaya pelestarian budaya perlu diiringi dengan pendekatan yang mampu menarik minat generasi muda. Prof. Ganjar mengatakan bahwa pengenalan secara langsung melalui pertunjukan dapat menumbuhkan ketertarikan generasi muda terhadap kesenian tradisional.
“Sebagai penyelenggara, tentu harus mampu mengemas pertunjukan agar menarik bagi anak-anak muda. Kemasannya bisa beragam, misalnya melalui penggunaan tata cahaya yang baik dan teknologi lainnya, tetapi tetap tidak kehilangan substansi keseniannya,” jelas Prof. Ganjar.
Dalam upaya menjaga keberlanjutan budaya Sunda, pelestarian kesenian perlu diiringi dengan ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan budayanya. Prof. Ganjar mengatakan bahwa kebudayaan harus terus dijaga dan dikembangkan dengan menyesuaikan pendekatan terhadap perkembangan zaman.
Prof. Ganjar menegaskan bahwa keberlanjutan pelestarian budaya Sunda memerlukan dukungan universitas dan berbagai pihak. Pelestarian budaya Sunda perlu menjadi bagian dari program universitas agar tetap terjaga lintas kepemimpinan dan menjangkau masyarakat luas.
“Keberlanjutan dan regenerasi kebudayaan seharusnya menjadi bagian dari program universitas, sesuai dengan misi Unpad dalam bidang kebudayaan. Kebudayaan Sunda harus tetap melekat dalam kegiatan universitas karena menjadi salah satu penciri Unpad yang perlu dikelola dengan baik,” ujar Prof. Ganjar.
Ke depan, Pusat Budaya Sunda Unpad akan terus menghadirkan beragam pagelaran untuk menjaga keberlanjutan kesenian tradisional. Salah satu rencana yang tengah dibahas ialah pagelaran Seni Bangreng bersama pihak Kabupaten Sumedang, dengan waktu pelaksanaan yang akan ditentukan lebih lanjut. (R01)
Narahubung:
Media Relations
Kantor Komunikasi Publik
Universitas Padjadjaran
Nomor Kanal Media Unpad: (081122301380)
Email: humas@unpad.ac.id
Judul: 18 Tahun Pagelaran Budaya Sunda, Unpad Raih Rekor MURI
Jurnalis: Rls/Asep GP
Editor: Parkah












