Dari Panca Niti ke Panca Nata : Jalan Sunda untuk Membangun Sistem yang Sehat menuju Panca Waluya

Penulis: Widiana Safaat (Wakil Ketua Panata Gawe Majelis Musyawarah Sunda)

Opini terbaru "Dari Panca Niti ke Panca Nata : Jalan Sunda untuk Membangun Sistem yang Sehat menuju Panca Waluya".

MajmusSunda News, Bandung, 24/4/2026 – Salah satu kekeliruan terbesar dalam pembangunan adalah terlalu sibuk memperbaiki sistem luar, tetapi lupa membangun manusia di dalamnya. Kita sering berbicara tentang reformasi kelembagaan, tata kelola, ekonomi, pendidikan, bahkan teknologi. Namun kita lupa bahwa semua itu pada akhirnya dijalankan oleh manusia. Kalau manusianya belum tertata, sistem pun mudah rusak dari dalam.

Filsafat Sunda menawarkan cara pandang yang lebih utuh. Dalam bangunan konsep yang menjadi rujukan tulisan ini, ada hubungan yang jelas antara Panca Waluya, Panca Niti, dan Panca Nata . Panca Waluya (cageur, bageur, bener, pinter, dan singer ) adalah *visi karakter manusia unggul . Panca Niti adalah metodologi pembentukannya. Sedangkan Panca Nata adalah ruang eksekusi yang lebih luas dalam kehidupan bersama.

Artinya sederhana tetapi mendalam. Kita tidak bisa menata masyarakat, wilayah, negara, dan masa depan jika manusianya sendiri belum selesai dengan dirinya. Karena itu, pembenahan sosial yang sehat harus dimulai dari pembenahan batin, nalar, dan watak.

Di sinilah Panca Niti menjadi penting.
Niti Harti mengajarkan agar manusia memahami masalah dengan benar.
Niti Surti mengajarkan agar ia tidak kehilangan empati.
Niti Bukti menuntut agar pengetahuan dibuktikan dalam tindakan.
Niti Bakti mengarahkan tindakan itu pada kemaslahatan bersama.
Dan Niti Sajati menjadikan semua itu sebagai watak yang menetap.

Kalau dibaca dari sudut pandang sistemik, ini sangat kuat. Sebab persoalan sosial tidak pernah berdiri sendiri. Ketimpangan ekonomi, lemahnya kepercayaan publik, rusaknya lingkungan, dan krisis kepemimpinan saling terhubung. Dokumen rujukan ini juga menegaskan bahwa Panca Nata bekerja dalam ruang lingkup makro: Nata Salira, Nata Balaréa, Nata Wilayah, Nata Nagara, dan Nata Wayah . Ini menunjukkan bahwa perubahan harus dipandang sebagai satu ekosistem: ada dimensi diri, komunitas, ruang hidup, tata kelola, dan waktu perubahan.

Dari sini kita bisa belajar satu hal penting: pembangunan tidak cukup hanya teknokratis . Ia harus manusiawi, etis, dan sadar keterhubungan. Sistem yang sehat tidak lahir hanya dari regulasi yang bagus, tetapi dari manusia yang punya kejelasan pikir, kedalaman rasa, integritas tindakan, dan semangat pengabdian.

Kerangka ini juga sejalan dengan pendekatan modern seperti systems thinking dan design thinking . Dalam berbagai dokumen rujukan, bahkan ditunjukkan bahwa Niti Surti berhubungan dengan empati , Niti Harti dengan definisi masalah yang jernih, dan Niti Bukti–Niti Bakti dengan prototipe , uji coba, serta kebermanfaatan sosial. Ini berarti warisan Sunda sesungguhnya tidak bertentangan dengan cara berpikir modern. Justru ia memberi fondasi etis dan filosofis yang lebih dalam.

Karena itu, membicarakan Panca Niti hari ini bukanlah romantisme budaya. Ini adalah upaya menghadirkan kembali satu cara pandang yang melihat manusia dan sistem sebagai satu kesatuan. Kita tidak cukup hanya melahirkan orang pintar. Kita perlu melahirkan manusia yang cageur, bageur, bener, pinter, dan singer ; manusia yang tidak hanya mampu bekerja, tetapi juga mampu menjaga arah moral dari pekerjaannya.

Jika itu terwujud, maka penataan masyarakat, wilayah, negara, dan masa depan tidak lagi berdiri di atas fondasi yang rapuh. Ia akan berdiri di atas manusia yang tumbuh dari dalam, lalu bekerja ke luar. Dan mungkin, itulah sumbangan terbesar filsafat Sunda bagi zaman ini: mengingatkan kita bahwa perubahan sistemik yang sehat selalu dimulai dari perubahan manusia yang mendalam.

*****

Judul: Dari Panca Niti ke Panca Nata : Jalan Sunda untuk Membangun Sistem yang Sehat menuju Panca Waluya
Penulis: Widiana Safaat (Wakil Ketua Panata Gawe Majelis Musyawarah Sunda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *