MajmusSunda News – Bandung, Sabtu (21/02/2026) – Tes Urine Independen menjadi kunci integritas aparat di tengah maraknya kasus narkoba. Instruksi Polri untuk melakukan tes urine massal bagi seluruh anggotanya kembali memantik diskusi publik mengenai integritas aparat penegak hukum. Di tengah maraknya kasus penyalahgunaan narkoba oleh oknum internal, langkah ini memang penting—namun belum menjadi jawaban utuh atas kebutuhan transparansi.
Tes Urine Independen untuk Transparansi Aparat
Ketua Umum Penggiat Anti Narkoba Indonesia (PANI), Dedi Ginanjar, menyampaikan pandangan kritis bahwa tes urine seharusnya dilakukan oleh lembaga independen. Bagi PANI, keterlibatan pihak eksternal sangat diperlukan untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan objektif, bebas intervensi, dan memiliki legitimasi kuat di mata publik.
Dedi Ginanjar menegaskan bahwa transparansi adalah fondasi untuk memulihkan kepercayaan masyarakat. Pemeriksaan internal tanpa pengawasan luar berpotensi menimbulkan pertanyaan: apakah hasilnya benar-benar murni atau justru menutupi kesalahan oknum tertentu? Opini ini hadir bukan untuk melemahkan Polri, tetapi justru untuk memperkuat institusi agar perang melawan narkoba dapat dimulai dari tubuh aparat sendiri.
Pengawasan independen akan menjadi bukti keseriusan Polri dalam melakukan pembenahan. Setiap hasil tes akan berdiri di atas kepercayaan publik tanpa meninggalkan ruang spekulasi. Untuk sebuah institusi yang menjadi ujung tombak pemberantasan narkoba, hal ini bukan hanya penting, tetapi mendesak.
Di tengah gelombang kasus narkoba yang menyeret oknum aparat, seruan PANI mengingatkan kita bahwa integritas tidak lahir dari rutinitas administratif, melainkan dari keberanian untuk diaudit secara objektif. Perang terhadap narkoba harus dimulai dari keberanian membenahi diri sendiri—dan tes urine independen adalah langkah awal yang tak bisa ditunda lagi. Dengan melibatkan lembaga profesional yang memiliki standar pemeriksaan transparan dan akuntabel, hasil pengujian akan memiliki kekuatan moral sekaligus hukum, sehingga mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum secara menyeluruh.
Dengan melibatkan lembaga profesional yang memiliki standar pemeriksaan transparan dan akuntabel, hasil pengujian akan memiliki kekuatan moral sekaligus hukum, sehingga mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum secara menyeluruh. Selain itu, mekanisme evaluasi berkala dan publikasi hasil secara terbuka juga dapat menjadi bentuk pertanggungjawaban institusional kepada masyarakat, sehingga komitmen pemberantasan narkoba tidak hanya terlihat sebagai kebijakan sesaat, tetapi sebagai gerakan berkelanjutan yang terukur dan konsisten.
Judul: Tes Urine Independen, Kunci Integritas Aparat di Tengah Maraknya Kasus Narkoba
Sumber: MediaHumasPANI
Jurnalis: Asep Zaenal Mustofa












