MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Senin (15/09/2025) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “Grand Desain Regenerasi Petani” ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelis Musyawarah Sunda (MMS).
Grand desain regenerasi petani adalah rencana strategis yang komprehensif dan terstruktur untuk meningkatkan kesadaran, minat, dan kemampuan generasi muda untuk menjadi petani yang produktif dan inovatif. Grand desain ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian dan meningkatkan ketahanan pangan negara.

Beberapa komponen Grand Desain Regenerasi Petani yang dibutuhkan antara lain pertama, analisis kebutuhan dan tantangan. Identifikasi kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian dan petani, serta analisis tentang minat dan kesadaran generasi muda terhadap pertanian.
Kedua, strategi peningkatan kesadaran dan minat. Pengembangan strategi untuk meningkatkan kesadaran dan minat generasi muda terhadap pertanian, seperti program pendidikan, pelatihan, dan promosi. Ketiga, pengembangan kurikulum dan pelatihan. Pengembangan kurikulum dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan sektor pertanian dan petani, serta memasukkan teknologi dan inovasi terbaru.
Keempat, dukungan infrastruktur dan sumber daya. Penyediaan infrastruktur dan sumber daya yang memadai untuk mendukung kegiatan pertanian, seperti lahan, modal, dan teknologi. Kelima, pengembangan jaringan dan kemitraan. Pengembangan jaringan dan kemitraan antara petani, pemerintah, dan stakeholders lainnya untuk meningkatkan akses ke pasar, teknologi, dan sumber daya.
Keenam, monitoring dan evaluasi. Pengembangan sistem monitoring dan evaluasi untuk memantau kemajuan dan efektivitas program regenerasi petani.
Berdasar pemikiran diatas, maka manfaat Grand Desain Regenerasi Petani dalam pembangunan pertanian di negeri ini adalah :
– Meningkatkan Kesadaran dan Minat Generasi Muda. Grand desain regenerasi petani dapat meningkatkan kesadaran dan minat generasi muda terhadap pertanian, sehingga meningkatkan jumlah petani muda yang produktif dan inovatif.
– Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi. Grand desain regenerasi petani dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian, sehingga meningkatkan ketahanan pangan negara.
– Meningkatkan Kualitas Hidup Petani. Grand desain regenerasi petani dapat meningkatkan kualitas hidup petani, sehingga meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran mereka.
Dengan demikian, adanya grand desain regenerasi petani dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran, minat, dan kemampuan generasi muda untuk menjadi petani yang produktif dan inovatif, serta memastikan keberlanjutan sektor pertanian dan meningkatkan ketahanan pangan negara.
Di sisi lain, disadari pula bahwa melahirksn sebuah grand desain regenerasi petani, tidak semudah kita membolak-balik telapak tangan. Kesulitan utama merumuskan grand desain regenerasi petani adalah pertama kompleksitas Isu yang ada. Regenerasi petani melibatkan banyak aspek, seperti pendidikan, pelatihan, infrastruktur, teknologi, dan kebijakan, sehingga memerlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi.
Kedua, keterlibatan banyak pihak. Regenerasi petani memerlukan keterlibatan banyak pihak, seperti pemerintah, petani, akademisi, dan stakeholders lainnya, sehingga memerlukan koordinasi dan komunikasi yang efektif.
Ketiga, keterbatasan sumber daya. Merumuskan grand desain regenerasi petani memerlukan sumber daya yang memadai, seperti dana, tenaga ahli, dan infrastruktur, sehingga perlu dilakukan pengalokasian sumber daya yang efektif.
Keempat, dinamika dosial dan rkonomi. Regenerasi petani perlu mempertimbangkan dinamika sosial dan ekonomi yang terus berubah, seperti perubahan iklim, teknologi, dan pasar, sehingga memerlukan fleksibilitas dan adaptabilitas.
Kelima, keterlibatan generasi muda. Merumuskan grand desain regenerasi petani perlu mempertimbangkan kebutuhan dan minat generasi muda, sehingga memerlukan partisipasi dan keterlibatan mereka dalam proses perencanaan.
Keenam, keterpaduan dengan kebijakan lain. Grand desain regenerasi petani perlu terintegrasi dengan kebijakan lain yang terkait, seperti kebijakan pertanian, pendidikan, dan ekonomi, sehingga memerlukan koordinasi yang efektif dengan stakeholders lainnya.
Catatan pentingnya, merumuskan grand desain regenerasi petani memerlukan pendekatan yang komprehensif, terintegrasi, dan adaptif, serta keterlibatan banyak pihak dan sumber daya yang memadai.
Terus terang diakui, sampai detik ini, belum ada informasi yang jelas tentang adanya grand desain regenerasi petani di Indonesia. Namun, beberapa ahli dan pemerintah telah menyadari pentingnya regenerasi petani dan telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap pertanian.
Upaya Pemerintah yang telah digarap antara lain :
– Kementerian Pertanian memiliki target penumbuhan pengusaha pertanian milenial sebanyak 500.000 setiap tahun, dengan total 2,5 juta petani milenial pada tahun 2024.
– Program-program seperti Petani Milenial, Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP), Duta Petani Milenial, dan Duta Petani Andalan telah diluncurkan untuk meningkatkan kesadaran dan minat generasi muda terhadap pertanian.
– Digitalisasi pertanian juga menjadi salah satu fokus pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.
Tantangan Regenerasi Petani antara lain :
1. Kurangnya minat generasi muda untuk berkarir di sektor pertanian karena faktor-faktor seperti lahan, prestise sosial, risiko, dan pendapatan yang rendah.
2. Petani yang sudah tua (rata-rata di atas 50 tahun) dan kurangnya regenerasi petani muda dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan kemampuan bertani.
3. Krisis regenerasi petani muda dapat berdampak pada keberlanjutan pertanian dan ketahanan pangan negara.
Sebagai penutup ingin disampaikan kebutuhan Grand Desain Regenerasi Petani adalah pertama, sebuah grand desain atau master plan regenerasi petani diperlukan untuk memandu pelaksanaan regenerasi petani dan meningkatkan efektivitas program-program pemerintah.
Kedua, grand desain tersebut harus berbasis pada analisis yang komprehensif tentang tantangan dan kebutuhan sektor pertanian, serta memasukkan strategi untuk meningkatkan kesadaran dan minat generasi muda terhadap pertanian.
***
Judul: Grand Desain Regenerasi Petani
Penulis: Ir. Entang Sastraatmadja
Editor: Jumari Haryadi










