MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Kamis (20/11/2025) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “Problem Cadangan Pangan di Perkotaan ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelis Musyawarah Sunda (MMS).
Cadangan pangan perkotaan adalah stok bahan makanan yang disimpan di dalam kota untuk mengantisipasi kekurangan pasokan pangan di daerah perkotaan, terutama di saat-saat darurat atau krisis. Ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga di perkotaan. Contohnya, pemerintah kota dapat menyimpan stok beras, sayuran, dan bahan makanan lainnya di gudang-gudang penyimpanan untuk digunakan saat dibutuhkan.

Masalah utama pengembangan cadangan pangan perkotaan adalah:
Pertama, Keterbatasan Ruang. Perkotaan seringkali memiliki keterbatasan ruang untuk membangun gudang penyimpanan yang memadai.
Kedua, Biaya. Biaya pembangunan dan pemeliharaan gudang penyimpanan dapat sangat tinggi.
Ketiga, Kualitas dan Kesegaran. Bahan makanan dapat cepat rusak jika tidak disimpan dengan baik, sehingga memerlukan sistem penyimpanan yang canggih.
Keempat, Keamanan. Gudang penyimpanan harus aman dari pencurian dan kerusakan.
Kelima, Manajemen. Sistem manajemen yang efektif diperlukan untuk mengelola stok bahan makanan dan memastikan distribusi yang tepat waktu.
Namun, dengan perencanaan yang baik dan teknologi yang tepat, masalah-masalah tersebut, mestinya dapat diatasi dan cadangan pangan perkotaan dapat menjadi lebih efektif. Tinggal sekarang, bagaimana keseriusan semua pihak untuk melahirkan regulasi dan kebijakan yang mendukung ke arah pemenuhan tujuan tersebut.
Strategi penguatan cadangan pangan perkotaan dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti:
1. Peningkatan Produksi Lokal. Mendorong masyarakat perkotaan untuk menanam tanaman pangan di pekarangan rumah, taman, atau lahan kosong.
2. Pengembangan Sistem Distribusi. Membuat sistem distribusi pangan yang efisien dan efektif untuk menghubungkan produsen lokal dengan konsumen.
3. Peningkatan Akses Pangan. Meningkatkan akses masyarakat perkotaan terhadap pangan yang bergizi dan seimbang melalui program-program bantuan pangan.
4. Pengelolaan Cadangan Pangan. Membuat cadangan pangan yang cukup untuk menghadapi krisis pangan atau bencana alam.
5. Edukasi dan Pelatihan. Meningkatkan kesadaran masyarakat perkotaan tentang pentingnya pangan lokal dan berkelanjutan melalui edukasi dan pelatihan.
Selanjutnya, ada baiknya kita ambil contoh strategi “Peningkatan Produksi Lokal”. Peningkatan produksi lokal dapat dilakukan dengan cara: :
– Mengoptimalkan Lahan. Menggunakan lahan kosong di perkotaan untuk menanam tanaman pangan, seperti sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat-obatan.
– Teknologi Pertanian. Menggunakan teknologi pertanian modern, seperti hidroponik, vertikal farming, dan sistem irigasi otomatis, untuk meningkatkan hasil produksi.
– Pendampingan dan Pelatihan. Memberikan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat perkotaan tentang cara menanam dan mengelola tanaman pangan.
– Penggunaan Benih Unggul. Menggunakan benih unggul yang tahan terhadap penyakit dan memiliki hasil produksi yang tinggi.
Peningkatan produksi lokal juga dapat dilakukan dengan cara:
– Mengembangkan Sistem Pertanian Perkotaan. Membuat sistem pertanian perkotaan yang terintegrasi, seperti sistem pertanian vertikal, hidroponik, dan akuaponik.
– Meningkatkan Kualitas Tanah. Meningkatkan kualitas tanah dengan menggunakan kompos, pupuk organik, dan teknologi lainnya untuk meningkatkan kesuburan tanah.
– Pengelolaan Air. Mengelola air dengan efektif, seperti menggunakan sistem irigasi otomatis dan pengumpulan air hujan, untuk menghemat air dan meningkatkan hasil produksi.
– Pengendalian Hama dan Penyakit. Mengendalikan hama dan penyakit dengan cara organik, seperti menggunakan predator alami dan pestisida organik, untuk mengurangi penggunaan bahan kimia.
Contoh lain terkait dengan pengembangan distribusi sangat penting dalam meningkatkan akses masyarakat perkotaan terhadap pangan lokal. Beberapa strategi pengembangan distribusi yang dapat dilakukan adalah:
– Membuat Jaringan Distribusi. Membuat jaringan distribusi yang efektif dan efisien untuk menghubungkan produsen lokal dengan konsumen.
– Menggunakan Teknologi. Menggunakan teknologi, seperti aplikasi online dan platform e-commerce, untuk memfasilitasi transaksi dan pengiriman pangan lokal.
– Membuat Pusat Distribusi. Membuat pusat distribusi yang strategis untuk mengumpulkan dan mendistribusikan pangan lokal ke berbagai penjuru kota.
– Kerja Sama dengan Pengusaha. Bekerja sama dengan pengusaha lokal untuk meningkatkan kapasitas distribusi dan pemasaran pangan lokal.
– Mengoptimalkan Rantai Pasok. Mengoptimalkan rantai pasok pangan lokal untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi distribusi.
Dengan demikian, masyarakat perkotaan dapat dengan mudah mengakses pangan lokal yang segar dan bergizi, serta meningkatkan pendapatan produsen lokal. Semoga jadi bahan pencermatan kita bersama.
***
Judul: Problem Cadangan Pangan di Perkotaan
Penulis: Ir. Entang Sastraatmadja
Editor: Jumari Haryadi












