Pergantian Tahun (Pabaru Sunda) dalam Kalender Sunda

Acara ini digelar sekaligus sebagai wujud penghargaan hasil kerja keras seorang putra Sunda di Bandung, Ali Sastramidjaja (27 Oktober 1935 – 25 September 2009)

MajmusSunda News, Bogor, Jawa Barat, Selasa (03/06/2025) –  Selasa, 3 Juni 2025 Masehi, Anggara Pon, 14k (Paro Gelap) ASUJI 1961 Çaka Sunda Anggara Pon, 13 KANEM 1947 Saka Sunda, Wuku: WAYANG, 6 ZULHIJAH 1446 Hijriah, bertempat di Gedung Paseban Sribaduga, Balai Kota Bogor, Jln. Ir. H. Juanda No. 10, Kota Bogor, dilaksanakan Peringatan Pergantian Tahun (PABARU SUNDA) dan Penerbitan Sistem Penanggalan Tradisional KALENDER SUNDA.

Acara ini dilaksanakan oleh Yayasan BESTDAYA (Bengkel Studi Budaya), Kelompok Keahlian Astronomi bersama Elitis Daya Media dan Yayasan Siliwangi Mustika Nuswantara (SIMUSTARA), Paguyuban Asep Dunia (PAD), Majelis Musyawarah Sunda (MMS), Niskala Institute, Lembaga Adat Keraton Pajajaran (LAKP), Dewan Adat Kabupaten Garut beserta Dewan Pakar Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda, Forum silaturahmi  keraton Nusantara, Paras Buwana, Samba Sunda, dan perwakilan Dewan Kebudayaan Kota Bandung.

Suasana Peringatan Pergantian Tahun (PABARU SUNDA) dan Penerbitan Sistem Penanggalan Tradisional KALENDER SUNDA - (Sumber: AZM)
Suasana Peringatan Pergantian Tahun (PABARU SUNDA) dan Penerbitan Sistem Penanggalan Tradisional KALENDER SUNDA – (Sumber: AZM)

Rangkaian acara diadakan untuk merayakan Tahun Baru 1 Kartika 1962 Çaka Sunda. Acara ini digelar sekaligus sebagai wujud penghargaan hasil kerja keras seorang putra Sunda di Bandung, Ali Sastramidjaja (27 Oktober 1935 – 25 September 2009). Pergantian Tahun (Pabaru Sunda) 1 Kartika 1962 Çaka Sunda Tahun Monyet Windu Kuntara (4 Juni 2025 Masehi) bertepatan dengan hari jadi Kota Bogor yang ke-543 (3 Juni 2025 Masehi).

Pabaru Sunda adalah istilah peringatan pergantian tahun yang digunakan sejak awal penerbitan Sistem Penanggaan Tradisional Kalender Sunda. Pada tahun ini Pabaru Sunda bertajuk “Bengeut Dunya Pindah Warna Salin Rupa, Munjung Ka Indung Muja ka Bapa”. Sementara pada peringatan hari jadi Kota Bogor ke-543 pada tanggal 3 Juni 2025 dengan tema “Raksa Jagaditha” yang berarti “Menjaga Keseimbangan Bumi untuk Kesejahteraan Bersama”. Selain itu, Kota Bogor juga akan fokus pada pembangunan berkelanjutan dengan visi “Kota Sains Kreatif, Maju, dan Berkelanjutan” untuk periode 2025-2045.

 

Peringatan Pergantian Tahun (Pabaru Sunda) dalam Sistem Penanggalaan Tradisional Kalender Sunda dan juga Hari jadi kota menjadi waktu untuk merenungkan sejarah, perkembangan, dan pencapaian perjalanan dari masa lalu hingga saat ini, serta momentum untuk merefleksikan perjalanan tersebut dan merayakan pencapaiannya. Peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa cinta dan kebersamaan dalam menghayati waktu yang berarti memahami dan menghargai nilai waktu, serta menggunakannya secara efektif dan bermakna. Hal ini melibatkan kesadaran akan berlalunya waktu, penerimaan perubahan, dan fokus pada saat ini.

Waktu merupakan komponen yang digunakan untuk mengukur sistem urutan suatu kegiatan, untuk membandingkan lama dan jeda suatu peristiwa, untuk mengukur gerakan obyek, dan merupakan subjek utama dalam agama, filsafat, dan ilmu pengetahuan. Pengenalan waktu adalah ukuran urutan dalam hubungannya antara suatu peristiwa dengan peristiwa lain, dalam skala detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, dan abad.

Asep Zaenal Mustofa (kiri) dan Enjang Dimyati (kanan) - (Sumber: AZM)
Asep Zaenal Mustofa (kiri) dan Enjang Dimyati alias Bah Enjoem (kanan) – (Sumber: AZM)

Pada masa lalu, saat belum ada kalender, masyarakat setempat telah menggunakan perbintangan untuk menentukan siang dan malam, pasang surut air laut, waktu berbunga dan berbuahnya tanaman, maupun migrasi dan pembiakan hewan. Bagi mereka, gejala alam adalah cerminan lintasan waktu.

Pengenalan waktu ini lebih dikenal dengan istilah kalender, adalah suatu sistem untuk membagi skala-skala waktu menjadi sistem periodik yang bermanfaat. Terdapat dua macam pengenalan waktu, yaitu pengenalan waktu modern dan pengenalan tradisional.

Menurut Ketua Pelaksana Kegiatan, Hj. Elimayanti Padmawijaya  Elitis Daya Media yang dipanggil Elly, Acara ini dilaksanakan untuk merevitalisasi kembali Tata Wayah melalui esensitas Tahun Baru Kalender Çaka Sunda dalam proses pembentukan kepribadian yang Integrity (integritas).

“Suatu kesatuan perilaku yang melekat pada prinsip-prinsip moral dan etika, terutama mengenai karakter moral dan kejujuran, yang dihasilkan dari suatu sistem nilai yang konsisten, melalui sebuah kegiatan sosial kemasyarakatan dalam bentuk Syukuran Kearifan Budaya Lokal (Peningkatan Ketahanan Budaya Melalui Pelestarian Khazanah Kekayaan Budaya Tradisi dan Kearifan Lokal) yang dilaksanakan sebagai puncak dalam rangkaian kegiatan peringatan pergantian tahun (Pabaru Sunda) 1962 Kalender Çaka Sunda,” ujar Elly.

Dalam kegiatan ini, hadir para pinisepuh dan memberikan paparannya yakni Mayjen TNI (Purn.) H. Asep Kuswani, selaku Pembina Yayasan Siliwangi Mustika Nusantara (Muswantara) dan Juga Ketua Dewan Pembina Paguyuban Asep Dunia;  Miranda H. Wihardja  Pengelola Sistem Penanggalan Tradisional Kalender Sunda; Pendiri/Pembina Yayasan BESTDAYA (Bengekel Studi Budaya), dan;  Asep Zaenal Mustofa M.Epid dari MMS/MajmusSunda News.

Selain itu, hadir juga Hj. Anak Agung Ngurah Sri Artin Dewan Pengawas Yasasan Muswantara; Setiajaya Satria Rassidy Ketua Dewa  Pengurus Bestdaya; Naryana Indra P. dari Majelis Musyawarah Sunda (MMS); Enjang Dimyati (Bah Enjoem), Pupuhu Padepokan Bumi Ageung Saketi, Dewan Kebudayaan Kota Bandung; H. Asep Ridwan Hermawan, M.Ag.Tokoh Masyarakat Pendiri Pemekaran Kabupaten Bandung Barat; Abah Dago, Dian herdiawan Perwakilan Kadisbudpar Kota Bogor; Eris Tegug Ismawan Pimpinan Paras bumi, dan para tamu undangan lainnya.

Prosesi Pabaru Sunda diakhiri dengan pembacaan Berita Acara Persidangan/Sawala Luhung Penetapan Awal Tahun 1962 Çaka Sunda (Tahun Monyet – Windu Kuntara) Tahun 2025 Masehi.

***

Judul: Pergantian Tahun (Pabaru Sunda) dalam Kalender Sunda
Jurnalis: Asep Zaenal Mustofa (AZM)
Editor: Jumari Haryadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *