MajmusSunda News, Bandung, 27/12/2025 – Pada hari Sabtu, tanggal 27 Desember 2025 Masehi, Tumpek Kliwon, 15k, sasih Wesaka 1962 Caka Sunda, Tumpek Kliwon, 7 Kasa 1948 Saka Sunda. Merupakan hari yang istimewa karena jatuh pada tumpek Kliwon di penutupan bulan Desember dan penutupan di tahun 2025. Tumpek Kliwon merupakan hari ke tujuh dalam satu Minggu dalam perhitungan hari di dalam kalender Caka Sunda.
Komunitas pelestari tradisonal budaya Sunda yang ada di Kota Bandung melaksanakan upacara ritus yang di laksanakan di saung kesepuhan putra pajajaran yang berada di jalan Margaluyu RT 005, RW 009, Kelurahan Margasari, Buah Batu. Ritus yang bertema yaitu “Sadu Pasaduan Tolak Balak dan Ruat Bumi” tersebut di laksanakan bersamaan dengan pergantian tahun Saka Sunda yang jatuh pada tanggal 21 Desember 2025 (1 Kasa 1948 Saka Sunda). Pergantian tahun Saka Sunda bersamaan dengan masuknya bulan Rajab dan juga sama di hari Minggu tanggal 21 Desember 2025 (1 Rajab). Kedua momen tersebut di gabungkan dalam pelaksanaannya.

Yayasan Sunda13Buhun yang bergerak di bidang pengembangan budaya dan pendidikan budaya yang di ketua oleh Ambu Rita Laraswati, Putra Daerah dan Putra Pajajaran yang di pisepuh oleh Abah Endang berklaborasi dalam melaksanakan upacara “Sadu Pasaduan Ruat Bumi dan Tolak Balak”. Dengan gerakan budaya sebagai gerakan melestarikan kearipan lokal dalam tujuan pemajuan kebudayaan yang sudah di atur dalam Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan yaitu Uandang-Uandang Nomor 5, tahun 2017. Uandan-Undang tersebut bertujuan untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia dan mengatur upaya perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan terhadap sepuluh objek pemajuan kebudayaan salah satunnya adalah “Ritus”.
Sebelun Ambu Rita Laraswati memimpin upacara ritual di buka acara oleh ibu-ibu putra Pajajaran dengan lagu ” Cacandran”. Ambu Rita Laraswati sebagai praktisi budaya yang melaksanakan ritual dengan membaca doa-doa dengan cara melantunkan kidung Siliwangi dan Rajah Pemunah sebagai kidung doa permohonan agar di jauhkan dan di hindarkan dari bala bencana dan di tutup doa-doa keselamatan, kesehatan, kedamaian, kebaikan untuk semua mahluk bumi dan kebaikan untuk semua mahluk dan alam semesta.
Upacara tolak balak dan ruatan bumi sangat penting di laksanakan mengingat banyak terjadi bencana di berbagai daerah yang hampir semua di wilayah Indonesia terdampak oleh bencana. Di penutup ahir tahun 2025 bencana beruntun terjadi yaitu banjir bandang, angin tornado, angin puting beliung, tanah longsor, gempa dan beberapa gunung-gunung meletus memuntahkan lahar. Melihat peristiwa bencana tergerak kesadaran untuk melakukan tolak balak dan ruatan bumi sebagai cara kita berdoa dan memohon agar kita di berikan keselamatan. Dalam upacara yang bernafaskan budaya leluhur Sunda maka di sediakan pelengkap ritual berupa sesajen yang di persiapkan sesuai pesan dari leluhur harus menyediakan apa dan untuk keperluan apa.
Utama sesaji sebagai salah satu bentuk kesungguhan kita bersyukur dan merupakan keseriusan kita melaksanakan tolak balak. Dalam budaya Sunda sesaji berbentuk tumpeng, berbagai macam buah-buahan, beubetian, cecaian, rerujakan, telur ayam, air kelapa, pembakaran arang untuk membakar menyang, dupa adalah merupakan sarana dalam upacara tolak balak dan ruatan. Hal tersebut sudah menjadi adat budaya yang di wariskan oleh nenek moyang atau Karuhun masyarakat Sunda yang memiliki makna dan nilai yang luhur.
Mengiat upacara tolak balak dan ruat bumi bertepatan dengan perayaan pergantian tahun Saka Sunda yang menurut perhitungan waktu saat memasuki tahun 2026 merupakan puncak kalabendu yaitu banyak nya bencana alam dan bencana sosial karena tahun 2026 masuk pada windu kuntara yang dalam perhitungan kalender Sunda adalah windu yang banyak terjadi perubahan pada alam yang di nyatakan banyak bencana. Windu kuntara di mulai dari 2025 sampai 2032. Hal ini bahwa pentingnya kita manusia berhati-hati dan waspada.

Upacara ritus tolak balak dan ruat bumi di hadiri oleh masyarakat sekitar baik ibu ibu dan anak anak, pemuda. Unik dari kegiatan upacara tersebut adalah membagikan nasi tumpeng kuning dan lauk pauk kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk jalinan silaturahmi dan masyarakat ikut merasakan dan makan nasi tumpeng yang sudah di doakan yang disebut oleh Pini sepuh adalah nasi kuning bancakan. Ada nilai yang perlu di bangkitan dalam upacara perayaan tahun baru Saka Sunda yang di satukan merayakan dan menyambut bulan Rajab adalah silaturahmi antara warga, memperkenalkan pada generasi tradisi ciri dan cara budaya Sunda, kebersamaan, gotong royong karena makanan yang di sajikan merupakan hasil udunan atau orang Sunda menyabut rereongan (gotong royong).
Ambu Rita Laraswati sebagai praktisi budaya dan yang memimpin pelaksanaan ritus menerangkan makna dan nilai dari sesajen yang ada dalam upacara agar di pahami makna dan nilainya esensinya. Perlu untuk di jelaskan agar tidak gagal paham. Ternyata setiap jenis makanan banyak mengandung makna dan nilai yang luhur, salah satunya adalah tumpeng empat warna yang berasal bahan dari ketan yang merupakan simbol empat zat alam, tumpeng ketan putih maknanya air, tumpeng ketan hitam maknanya tanah, tumpeng beras merah maknanya api, tumpeng nasi kuning maknanya angin. Empat tumpeng tersebut di artikan adalah zat ungsur alam dalam ajaran Sunda, empat ungsur alam itu adalah dasar utama penciptaan semua mahluk di bumi dan dalam ajaran Sunda adalah guru sejati semua mahluk dan Sunda di artikan ungsur utama yang harus menjadi kesadaran manusia dan bila manusia sudah paham pada empat ungsur tersebut manusia sudah paham akan jati dirinya.
Peringatan untuk kita semua bahwa bencana adalah akibat dari manusia yang serakah dan hilang welas asih. Melalui upacara ritus budaya banyak hal yang akhirnya kita pahami dan menumbuhkan kembali jiwa yang penuh kesadaran sejati. Ritus sudah memiliki undang-undang resmi dari pemerintah, bagi para pelaku praktisi budaya harus percaya diri untuk melaksanakan, jangan takut di sebut bitah atau haram. Perlu di ketahui Tuhan menciptakan sesuatu ada makna, nilai dan manfaat. Sudah waktunya ajaran-ajaran Budi pengerti yang dapat kita dapatkan dari ritus di bangkitan agar alam tetap selaras dan kesadaran manusia semakin luas. Bumi ini butuh keseimbangan, keselarasan agar bumi tetap baik-baik saya dan aman, tentram, jauh dari bencana yang tidak di inginkan.
Budaya adalah kekuatan bangsa dan budaya perlu tetap di lestarikan untuk jadi penjaga bumi kita. Satu kekuatan kita yaitu gotong royong, klaborasi, untuk membangun kekuatan budaya.
Minggu, 28 Desember 2025
Radite manis, 1s yesta 1962 Caka Sunda
YAYASAN SUNDA13BUHUN
*****
Judul: PENTINGNYA RlTUS TOLAK BALAK DAN RUAT BUMI DENGAN TRADISI BUDAYA SUNDA
Penulis: Ambu Rita Laraswati












