MajmusSunda News – Bandung, Selasa (22/09/2026) – Raut muka para pedagang Pasar Baru Bandung terlihat saat mempersiapkan syukuran dan menyambut kehadiran Wali Kota Bandung, H. Muhammad Farhan, S.E., yang terlihat dekat dengan berbagai kalangan, termasuk pedagang Pasar Baru.
Senin, 21 September 2026, akan menjadi tanggal yang tercatat dalam sejarah, awal yang penuh semangat dan harapan para pedagang Pasar Baru. Tepat pukul 10.00 WIB, sebuah perhelatan bertajuk “Syukuran Akbar Pembukaan Kembali Bandara Husein Sastranegara” dimulai. Selama puluhan tahun, Pasar Baru adalah muara bagi wisatawan mancanegara Singapura dan Malaysia yang terbang langsung ke Husein Sastranegara, dan hari Senin ini seolah menjadi simbol optimisme baru; sebuah awal yang segar untuk mobilitas warga yang selama ini merindukan kepraktisan mendarat tepat di jantung kota.

Bertempat di Area Parkir P2, MC Beny Sanjaya memimpin prosesi acara ini, diawali dengan khidmat melalui pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh perwakilan pedagang. Ini adalah sentuhan yang sangat personal, menunjukkan bahwa harapan terbesar ada di tangan mereka yang menjaga roda ekonomi tetap berputar.
Iwan Suhermawan sebagai Ketua HP2B (Himpunan Pedagang Pasar Baru) dalam sambutan mewakili ratusan aspirasi pedagang, “Ini bukan seremoni kosong; ini adalah momen di mana pemerintah mendengarkan langsung bagaimana aksesibilitas udara adalah urat nadi bagi keberlangsungan UMKM dan ritel legendaris Bandung,” ujar Iwan.

Iwan menyampaikan bahwa hari ini kita berkumpul mengadakan Syukuran Akbar atas dibukanya kembali Bandara Husein Sastranegara. Bayangkan sebuah pusat perbelanjaan yang begitu legendaris hingga 2 dari 10 warga Kuala Lumpur pernah berkunjung ke sana! Pasar Baru Bandung adalah magnet wisata tersebut. ‘Kini, dengan dibukanya kembali Bandara Husein Sastranegara, gerbang ekonomi Bandung yang sempat meredup bersiap untuk bersinar kembali. Bagaimana kota ini mempersiapkan diri menyambut gelombang wisatawan baru?” ujar Iwan.
Iwan menyampaikan pembukaan kembali bandara udara menjadi kabar yang sangat menggembirakan. Berdasarkan data BPS pada tahun 2019, Kota Bandung kedatangan sekitar 4,1 juta wisatawan per tahun. Luar biasanya, 30% dari total wisatawan tersebut masuk melalui Bandara Husein Sastranegara. Wisatawan yang bepergian menggunakan pesawat terbang umumnya memiliki daya beli yang lebih tinggi. Di tengah situasi ekonomi yang sedang lesu secara nasional maupun regional di Asia Tenggara, kembalinya akses penerbangan langsung ini menjadi angin segar yang sangat dinantikan untuk memutar kembali roda perekonomian kota.

Iwan menyampaikan bahwa untuk menyambut kembali wisatawan mancanegara membutuhkan kesiapan yang matang, bukan hanya dari para pedagang di dalam pasar, tetapi juga dari pemerintah kota dan masyarakat luas. Ada beberapa aspek penting yang harus segera dibenahi: 1) Akses Jalan: pengaspalan ulang jalan di belakang Pasar Baru yang saat ini kondisinya kurang prima; 2) Penerangan Jalan: perbaikan lampu jalan dari Bandara Husein menuju pusat kota dan area Pasar Baru; 3) Ketertiban Transportasi: penertiban parkir liar dan praktik “getok harga” parkir oleh Dinas Perhubungan. Pelayanan yang buruk terhadap wisatawan asing bukan hanya merugikan toko setempat, melainkan juga mempertaruhkan nama baik bangsa di kancah internasional.
Puncak rasa syukur ini ditandai dengan prosesi tradisional yang mendalam. Setelah memberikan sambutannya, Wali Kota Bandung, H. Muhammad Farhan, S.E., bersama Direktur Utama Perumda Pasar Kota Bandung, Pradana Aditya Wicaksana, S.H., M.H., melakukan prosesi potong tumpeng, dilanjutkan dengan press conference dan kunjungan ke booth acara.

Kembalinya operasional komersial di Bandara Husein Sastranegara adalah kemenangan bagi warga Bandung yang merindukan efisiensi dan keramaian yang produktif. Dengan kembalinya akses langsung ini, Bandung seolah sedang memanggil kembali para pecintanya untuk datang dan menikmati sejuknya udara kota tanpa hambatan jarak.
Kini, pertanyaannya tersisa untuk kita semua: Setelah akses ke jantung kota kembali terbuka lebar, apakah Bandung sudah benar-benar siap merebut kembali predikatnya sebagai destinasi akhir pekan terbaik di Asia Tenggara?
Simbiosis Strategis: Keunggulan “Shopping-to-Boarding” yang Tak Tertandingi
Kolaborasi antara Pasar Baru Trade Center Bandung dan Bandara Internasional Husein Sastranegara adalah sebuah duet maut yang strategis. Di dunia ritel modern, aksesibilitas adalah segalanya. Keberadaan bandara yang hanya sepelemparan batu dari Pasar Baru menciptakan sebuah ekosistem yang efisien. Infrastruktur ini bukan sekadar landasan pacu beton, melainkan mesin penggerak belanja yang memompa likuiditas langsung ke tangan para pedagang.

Inilah “secret sauce” ekonomi Bandung: kecepatan. Dengan bandara yang berada di dalam kota, efisiensi shopping-to-boarding menjadi keunggulan kompetitif. Seorang pembeli grosir bisa mendarat, melakukan transaksi di Pasar Baru, dan kembali ke bandara tanpa kehilangan waktu produktif. Sinergi ini membuktikan bahwa kemajuan kota bukan hanya soal seberapa besar bandaranya, tapi seberapa cepat bandara tersebut mampu menghubungkan pembeli dengan etalase produknya.
Kekuatan Kolektif: Perayaan Syukur dari Jantung Niaga
Momentum ini tidak dirayakan secara sunyi. Acara “Silaturahmi Akbar dan Syukuran” yang digagas merupakan cerminan kegembiraan kolektif para pedagang yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi kota. Ini adalah pesta rakyat kecil dan menengah yang berhasil bertahan dan kini bersiap untuk terbang lebih tinggi.
Kolaborasi lintas sektor ini melibatkan berbagai entitas yang masing-masing membawa peran krusial:
• Himpunan Pedagang Pasar Baru Bandung (HP2B): Sebagai motor penggerak utama, HP2B menunjukkan bahwa kekuatan komunitas adalah kunci dalam menyambut peluang ekonomi baru.
• Perumda Pasar Juara: Representasi pemerintah kota yang menjamin tata kelola pasar tetap prima demi menyambut standar wisatawan internasional.
• Modis Textile & Tailor: Bagi bisnis seperti Modis, kembalinya bandara berarti percepatan omzet. Wisatawan internasional kini bisa datang untuk fitting pakaian dan melakukan pesanan custom dengan kepastian logistik yang lebih cepat.
• AWA Fried Chicken: Sektor kuliner lokal yang siap memanjakan lidah para pelancong, membuktikan bahwa setiap pendaratan pesawat memberikan dampak “efek domino” hingga ke sektor makanan dan minuman.
Reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara adalah kado terindah bagi ekosistem niaga di Pasar Baru Trade Center. Integrasi yang kuat antara akses udara dan pusat perdagangan legendaris ini akan mengukuhkan posisi Bandung sebagai kota yang tidak hanya cantik secara estetika, tapi juga tangguh secara ekonomi.
Pertanyaan untuk Kita: Saat pintu gerbang internasional kembali terbuka tepat di jantung kota, sudahkah Pedagang Pasar Baru siap menyambut wajah baru Bandung yang akan jauh lebih sibuk, lebih makmur, dan lebih mendunia setelah syukuran akbar ini?
Judul: Husein Kembali, Pasar Baru Bersemi: Kegembiraan Pedagang Pasar Baru Diaktualisasikan dengan Syukuran yang Dihadiri Wali Kota Bandung
Penulis: Asep Zaenal Mustofa
Editor: Parkah












