“Ngimpen”

oleh: Ir. Entang Sastraatmadja

MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Sabtu (11/10/2025) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “”Ngimpen”” ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelis Musyawarah Sunda (MMS).

“Ngimpen” dalam bahasa Sunda memang bisa berarti “mimpi”. Jadi, jika seseorang mengatakan “ngimpen” dalam konteks ini, mereka mungkin sedang berbicara tentang mimpi yang dialami saat tidur.

Mimpi Presiden Prabowo dalam pembangunan pangan adalah mencapai swasembada atau ketahanan pangan di Indonesia pada tahun 2025-2029. Untuk mencapai tujuan ini, beberapa strategi yang dapat dilakukan adalah :

Pertama, mengatasi Keterbatasan Lahan Pertanian. Melindungi lahan pertanian dari alih fungsi menjadi properti atau industri, serta meningkatkan produktivitas lahan yang ada.

Kedua, meningkatkan Infrastruktur dan Distribusi. Membangun infrastruktur yang baik, seperti jalan dan sistem transportasi, untuk memfasilitasi distribusi pangan dari daerah produksi ke konsumen.

Ketiga, mengatasi Kemiskinan. Mengurangi jumlah penduduk miskin dengan meningkatkan akses ke pangan yang cukup dan meningkatkan pendapatan petani.

Keempat, mengatasi Perubahan Iklim. Mengembangkan strategi untuk mengatasi dampak perubahan iklim pada pertanian, seperti diversifikasi tanaman pangan dan kemitraan dagang.

Kelima, meningkatkan Manajemen Sumber Daya Alam. Mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas tanah dan air.

Keenam, meningkatkan Akses Pupuk. Menyediakan pupuk yang cukup dan subsidi pupuk yang efektif untuk petani.

Dalam rangka mencapai mimpi tersebut, Presiden Prabowo juga berencana untuk membangun Desa Ketahanan Pangan, dengan beberapa program, seperti meningkatkan Peran BUMDes. Meningkatkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam sektor pertanian dan agribisnis. Selanjutnya membangun Desa Wisata. Membangun desa wisata yang memadukan konsep agrowisata dan objek wisata. Kemudian, meningkatkan Peran Lumbung Pangan. Meningkatkan peran lumbung pangan dalam mengatasi kerawanan pangan masyarakat.

Di sisi lain, mewujudkan mimpi swasembada pangan di Indonesia pada tahun 2025-2029 memiliki beberapa tantangan yang perlu diatasi, antara lain:
1. Keterbatasan Lahan Pertanian. Alih fungsi lahan pertanian menjadi properti atau industri dapat mengancam ketersediaan lahan untuk pertanian.

2. Ketergantungan pada Impor. Persaingan dengan produk impor, terutama dari negara-negara yang memiliki teknologi pertanian lebih maju, dapat mempengaruhi harga dan ketersediaan produk dalam negeri.
3. Perubahan Iklim. Dampak perubahan iklim seperti kekeringan, banjir, dan pergeseran musim dapat mempengaruhi produktivitas dan hasil pertanian.

4. Keterbatasan Infrastruktur. Infrastruktur pertanian yang kurang memadai, seperti irigasi dan jalan, dapat menghambat distribusi dan produksi pangan.
5. Keterbatasan Akses Pupuk. Keterbatasan akses pupuk dan harga yang tidak stabil dapat mempengaruhi produktivitas pertanian.

6. Kemiskinan dan Keterbelakangan. Kemiskinan dan keterbelakangan di daerah-daerah tertentu dapat mempengaruhi kemampuan petani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
7. Dukungan Kebijakan. Kebijakan pemerintah yang tidak mendukung atau tidak efektif dapat menghambat upaya mewujudkan swasembada pangan.

Dalam mengatasi tantangan-tantangan tersebut, pemerintah dan stakeholders lainnya perlu bekerja sama untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperbaiki infrastruktur, dan meningkatkan akses petani ke sumber daya yang diperlukan.

Langkah-langkah untuk menjawab tantangan mewujudkan swasembada pangan di Indonesia adalah:
– Meningkatkan Produktivitas Pertanian. Meningkatkan produktivitas pertanian melalui penggunaan teknologi, benih unggul, dan praktik pertanian yang baik.

– Mengembangkan Infrastruktur Pertanian. Membangun dan memperbaiki infrastruktur pertanian, seperti irigasi, jalan, dan gudang, untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.
– Meningkatkan Akses Pupuk. Menyediakan pupuk yang cukup dan subsidi pupuk yang efektif untuk petani, serta meningkatkan akses petani ke pupuk yang berkualitas.

– Mengembangkan Sistem Distribusi yang Efektif. Membangun sistem distribusi yang efektif untuk memastikan ketersediaan pangan yang stabil dan harga yang wajar.
– Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian melalui pendidikan dan pelatihan yang memadai.

.- Mengembangkan Teknologi Pertanian. Mengembangkan teknologi pertanian yang inovatif dan ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian.
– Meningkatkan Kemitraan dan Kolaborasi. Meningkatkan kemitraan dan kolaborasi antara pemerintah, petani, dan stakeholders lainnya untuk meningkatkan efektivitas program-program pertanian.

– Mengembangkan Kebijakan yang Mendukung. Mengembangkan kebijakan yang mendukung pertanian, seperti kebijakan harga, subsidi, dan perlindungan pasar, untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Presiden Prabowo soal pembangunan pangsn ini dapat dijawab dengan meningkatkan produktivitas pertanian, memperbaiki infrastruktur, dan meningkatkan akses petani ke sumber daya yang diperlukan, sehingga dapat mewujudkan swasembada pangan. Ke arah sanalah sebaiknya kita menuju.

***

Judul: “Ngimpen”
Penulis: Ir. Entang Sastraatmadja
Editor: Jumari Haryadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *