Majmus Sunda News, Bandung, 19/01/2026 – Matahari yang terbit dan tenggelam dengan setia selama 4,5 miliar tahun terakhir adalah bintang sumber cahaya dan kehidupan di Bumi.
Dalam rentang umur manusia, skala itu adalah keabadian, tetapi dalam skala kosmik, usia Matahari tergolong ”sedang” saja.
Namun, pada sisi lain, Matahari yang demikian sentral bagi kehidupan, dari sisi keanggotaan di Galaksi Bima Sakti (Milky Way), sungguh juga anggota biasa, dengan ukuran dan riwayat hidup yang biasa.
Dari montase foto Bima Sakti, Matahari dan planet-planetnya hanya noktah kecil di bagian pinggirnya. Matahari hanya satu dari 200.000.000.000 bintang yang ada di Bima Sakti. Ia mengelilingi pusat Bima Sakti sekali setiap 220 juta tahun.
Boleh jadi itu waktu yang lamban, tetapi coba kalau diperiksa, kecepatan Bumi yang ikut dalam komedi putar kosmik ini saat mengelilingi pusat Bima Sakti adalah 107.000 km per jam (pesawat Concorde yang supersonik itu paling cepat terbang dengan kecepatan 2.200 km per jam, Mach 2,2).
Yang lebih menakjubkan, di alam semesta sejauh ini diketahui ada sekitar 150 miliar galaksi. Kalau setiap galaksi setidaknya ada 200 miliar bintang, kita bisa menghitung, ada berapa banyak bintang di alam semesta!
Subhanallah.
*****
Judul: Memahami Kebesaran Allah Melalui Alam Semesta
Penulis: Tb. Hadi Sutiksna (Ki Falak)












