Melestarikan Peningkatan Produksi Beras

oleh: Ir. Entang Sastraatmadja

MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Kamis (20/11/2025) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “Melestarikan Peningkatan Produksi Beras“ ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelis Musyawarah Sunda (MMS).

Situasi produksi beras nasional saat ini cukup positif. Produksi beras nasional diproyeksikan meningkat hingga 4,1 juta ton pada tahun 2025, sehingga total produksi mencapai 34,77 juta ton. Ini merupakan rekor tertinggi sejak survei Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik (KSA BPS) pertama kali diluncurkan pada 2018.

Ir. Entang Sastraatmadja, penulis – (Sumber: tabloidsinartani.com)

Peningkatan produksi ini membuat pemerintah tidak perlu melakukan impor beras, bahkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan bahwa stok beras nasional saat ini merupakan yang terkuat dalam 5 tahun terakhir.
Namun, pemerintah tetap perlu mewaspadai potensi La Nina dan El Nino yang secara nyata dapat mempengaruhi produksi beras.

Pemerintah sendiri telah menempuh beberapa langkah untuk meningkatkan produksi beras, antara lain:
– Cetak Sawah Baru. Pemerintah berencana mencetak sawah baru seluas 1 juta hektar di berbagai daerah untuk meningkatkan produksi beras.

– Perbaikan Irigasi. Perbaikan irigasi dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sawah, terutama di daerah-daerah dengan tantangan cuaca ekstrem.
– Pompansi. Pompansi dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan air irigasi dan meningkatkan produktivitas sawah.

– Optimalisasi Lahan Rawa. Lahan rawa dioptimalkan untuk meningkatkan produksi beras.
– Penggunaan Benih Unggul. Penggunaan benih unggul dan berumur pendek untuk meningkatkan produktivitas sawah.

– Pendampingan Petani. Pendampingan petani dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam pertanian.
– Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Pemerintah menetapkan HPP gabah dan beras untuk memastikan harga yang adil bagi petani.

– Kerja Sama dengan Bulog. Pemerintah bekerja sama dengan Bulog untuk menyerap hasil panen petani dan menjaga harga beras stabil. Sebagai operator pangan, dalam panen tahun 2025 terbukti mampu menyerap gabah petani sesuai dengan yang ditargetkan.

Proyeksi produksi beras Indonesia pada tahun 2026 adalah sekitar 35,6 juta ton, menurut laporan Food and Agriculture Organization (FAO). Ini merupakan peningkatan sebesar 4,5% dibandingkan dengan produksi tahun sebelumnya yang sebesar 34 juta ton. Indonesia diperkirakan menjadi produsen beras terbesar keempat di dunia, setelah Tiongkok, India, dan Bangladesh.

Peningkatan produksi ini didorong oleh beberapa faktor, antara lain:
– Peningkatan Luas Panen.Luas panen meningkat menjadi 11,4 juta hektare.
– Kondisi Cuaca. Kondisi cuaca yang sangat mendukung di awal tahun.
– Kebijakan Pemerintah.Pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram dan menghapus kebijakan rafaksi untuk meningkatkan penyerapan gabah petani.

Dengan proyeksi ini, Indonesia diharapkan dapat memperkuat stok beras nasional, melakukan ekspor, dan meningkatkan posisi strategisnya dalam sistem pangan global. Selain itu, kebihakan menghentikan impor beras pun akan tetap ditempuh untuk masa-masa mendatang.

Peningkatan produksi beras di Indonesia memang dibarengi dengan upaya meningkatkan kesejahteraan petani. Pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) yang lebih tinggi, yaitu Rp 6.500 per kilogram, untuk memastikan petani mendapatkan harga yang adil atas hasil produksi mereka.

Selain itu, pemerintah juga telah meningkatkan penyerapan GKP melalui Bulog, dengan target penyerapan yang lebih tinggi pada tahun 2025. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) telah meningkat menjadi 123,68 pada Januari 2025, yang menunjukkan bahwa pendapatan petani telah meningkat. NTP Tanaman Pangan (NTPP) juga meningkat menjadi 109,06 pada Januari 2025 .

Bahkan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menyatakan bahwa peningkatan produksi beras ini merupakan hasil dari kebijakan pemerintah yang fokus pada kesejahteraan petani dan penguatan sektor pertanian. Pertanyaan kritisnya adalah apakah kita mampu melestarikan peningkatan produksi beras di tahun-tahun mendatang ?

***

Judul: Melestarikan Peningkatan Produksi Beras
Penulis: Ir. Entang Sastraatmadja
Editor: Jumari Haryadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *