Keutamaan Menafkahi Keluarga dalam Islam

Ilustrasi keluarga - (Sumber: Pixabay/MajmusSundaNews)

MajmusSunda News, Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (17/1/2025) – Artikel dalam Rubrik “Khasanah” yang berjudul “Keutamaan Menafkahi Keluarga dalam Islam” ini ditulis oleh: Ustaz Ahmad Tazakka, pimpinan Pondok Pesantren Kampoeng Qur’an Cendekia Cihanjuang Kabupaten Bandung Barat.

Menafkahi keluarga adalah salah satu kewajiban utama seorang kepala keluarga dalam Islam. Islam mengajarkan bahwa mencari nafkah untuk keluarga bukan hanya tanggung jawab duniawi, tetapi juga memiliki nilai ibadah yang besar di sisi Allah SWT. Bahkan, nafkah yang diberikan dengan niat yang ikhlas dapat menjadi jalan menuju pahala yang berlimpah.

Menafkahi Keluarga: Kewajiban dan Ibadah

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang patut.
(QS. Al-Baqarah: 233)

Ustaz

Ayat ini menegaskan bahwa suami atau ayah memiliki tanggung jawab untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anaknya dengan cara yang baik. Bukan hanya sekadar memberi, tetapi juga memperhatikan kualitas dan kebermanfaatannya.

Keutamaan Menafkahi Keluarga

1. Nafkah untuk Keluarga Lebih Utama dari Sedekah Lainnya

Dalam Islam, memberikan nafkah kepada keluarga lebih utama daripada bersedekah kepada orang lain. Rasulullah SAW bersabda:

دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي رَقَبَةٍ، وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى مِسْكِينٍ، وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ، أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِي أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ

Dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, dinar yang engkau infakkan untuk membebaskan budak, dinar yang engkau infakkan untuk orang miskin, dan dinar yang engkau infakkan untuk keluargamu, yang paling besar pahalanya adalah yang engkau infakkan untuk keluargamu.
(HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa menafkahi keluarga memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan bentuk sedekah lainnya.

2. Nafkah yang Diberikan Mendapat Pahala Sedekah

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ عَلَى أَهْلِهِ يَحْتَسِبُهَا فَهِيَ لَهُ صَدَقَةٌ

Apabila seseorang menafkahkan hartanya untuk keluarganya dengan niat mengharap ridha Allah, maka itu dihitung sebagai sedekah baginya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya, setiap rupiah yang dikeluarkan untuk keluarga—baik untuk makan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, maupun kebutuhan lainnya—akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

3. Nafkah yang Halal Menjadi Sumber Keberkahan Keluarga

Rizki yang halal dan diberikan kepada keluarga dengan cara yang baik akan membawa keberkahan dalam kehidupan rumah tangga. Rasulullah SAW bersabda:

طُوبَى لِمَنْ هُدِيَ إِلَى الْإِسْلَامِ، وَكَانَ عَيْشُهُ كَفَافًا، وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِهِ

Beruntunglah orang yang mendapat petunjuk Islam, kehidupannya cukup, dan ia merasa qana’ah (cukup) dengan apa yang diberikan Allah.”
(HR. Muslim)

Ketika seorang suami menafkahi keluarganya dengan cara yang halal dan penuh keikhlasan, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya dan menjadikan keluarganya hidup dalam ketenangan dan kebahagiaan.

4. Nafkah yang Diberikan Akan Diganti oleh Allah SWT

Menafkahi keluarga bukanlah sesuatu yang akan mengurangi harta, tetapi justru Allah akan menggantinya dengan rizki yang lebih baik. Rasulullah SAW bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

Sedekah tidak akan mengurangi harta.
(HR. Muslim)

Ketika seseorang bersungguh-sungguh dalam mencari nafkah yang halal dan menafkahkannya untuk keluarga, Allah akan membalasnya dengan keberkahan dan kecukupan dalam hidup.

5. Menafkahi Keluarga Adalah Bentuk Jihad di Jalan Allah

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ

Cukuplah seseorang dikatakan berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.”
(HR. Abu Dawud)

Menafkahi keluarga adalah tanggung jawab besar yang setara dengan jihad di jalan Allah. Seorang suami yang bekerja keras dan berusaha mencukupi kebutuhan keluarganya dengan cara yang halal telah melakukan ibadah yang besar di sisi Allah.

Menafkahi Keluarga dengan Hati yang Ikhlas

Agar nafkah yang diberikan semakin bernilai di sisi Allah, hendaknya dilakukan dengan:

1. Niat yang ikhlas – Menafkahi keluarga bukan sekadar kewajiban, tetapi juga ibadah yang dilakukan untuk mencari ridha Allah.

2. Sumber yang halal – Rizki yang halal membawa keberkahan, sedangkan yang haram akan merusak kehidupan keluarga.

3. Sikap qana’ah (merasa cukup) – Tidak perlu berlebihan, tetapi berusaha mencukupi kebutuhan dengan penuh rasa syukur.

4. Memberikan dengan cinta dan kasih sayang – Nafkah yang diberikan dengan penuh cinta akan mempererat hubungan dalam keluarga.

Kesimpulan

Menafkahi keluarga adalah tanggung jawab yang sekaligus merupakan ibadah besar dalam Islam. Setiap nafkah yang diberikan dengan niat yang benar akan menjadi ladang pahala, mendatangkan keberkahan, dan menjadi jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Sebagai seorang kepala keluarga, hendaknya kita selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga dengan penuh keikhlasan dan keyakinan bahwa Allah akan mencukupi segala kebutuhan kita. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang diberikan kemudahan dalam mencari nafkah yang halal dan mendapatkan keberkahan dalam keluarga. Aamiin.

***

Judul: Keutamaan Menafkahi Keluarga dalam Islam

Penulis: Ustaz Ahmad Tazakka

Editor: Dewi Sekar Uni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *