MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Rabu (11/06/2025) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “Keberanian Pemerintahan Prabowo Menetapkan Kebijakan Satu Harga Gabah” ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelis Musyawarah Sunda (MMS).
Kebijakan satu harga gabah adalah kebijakan pemerintah untuk menetapkan harga gabah yang sama untuk seluruh wilayah Indonesia, dengan tujuan untuk pertama, melindungi petani dengan memberikan harga yang adil kepada petani dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Kedua, mengurangi perbedaan harga gabah antara wilayah yang satu dengan wilayah lainnya.

Ketiga, meningkatkan produksi gabah dengan memberikan insentif harga yang baik kepada petani. Keempat, meningkatkan stabilitas harga gabah dan mengurangi fluktuasi harga. Dengan kebijakan satu harga gabah, pemerintah berharap dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan produksi gabah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan beras dalam negeri.
Kebijakan satu harga gabah, dinilai banyak pihak sebagai terobosan cerdas Pemerintahan Presiden Prabowo dalam melakukan perlindungan terhadap petani. Paling tidak, ada lima alasan, mengapa Pemerintah menerapkan kebijakan ini. Pertama, melindungi petani dari eksploitasi. Pemerintah ingin melindungi petani dari eksploitasi oleh tengkulak atau pedagang yang dapat membeli gabah dengan harga rendah.
Kedua, meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan harga gabah yang adil, petani dapat meningkatkan kesejahteraan mereka dan meningkatkan produksi gabah. Ketiga, meningkatkan stabilitas harga. Kebijakan satu harga gabah dapat membantu meningkatkan stabilitas harga gabah dan mengurangi fluktuasi harga.
Keempat, meningkatkan produksi gabah. Dengan harga gabah yang baik, petani dapat meningkatkan produksi gabah dan meningkatkan ketersediaan beras dalam negeri. Kelima, mengurangi kemiskinan. Kebijakan satu harga gabah dapat membantu mengurangi kemiskinan di kalangan petani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ada beberapa pertimbangan, mengapa kebijakan satu hsrga gabah baru diterapkan di era Pemerintahan Presiden Prabowo. Alasan nendasarnya, bisa jadi karena keterbatasan infrastruktur. Sebelumnya, infrastruktur yang mendukung distribusi gabah dan implementasi kebijakan satu harga gabah mungkin belum memadai.
Bisa juga karena keterbatasan sumber daya. Pemerintah mungkin belum memiliki sumber daya yang cukup untuk mengimplementasikan kebijakan satu harga gabah secara efektif. Atau karena prrioritas kebijakan. Pemerintah mungkin memiliki prioritas kebijakan lain yang lebih mendesak untuk diatasi sebelum menerapkan kebijakan satu harga gabah.
Selain itu terjadinya perubahan dinamika pasar. Dinamika pasar gabah dan beras mungkin telah berubah seiring waktu, sehingga kebijakan satu harga gabah menjadi lebih relevan dan perlu diterapkan sekarang. Bahkan bisa karena kesiapan teknologi. Dengan kemajuan teknologi, pemerintah mungkin sekarang, lebih memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan kebijakan satu harga gabah dengan lebih efektif dan efisien.
Atas pertimbangan itulah, kebijakan satu harga gabah mungkin baru diterapkan sekarang karena berbagai faktor yang mempengaruhi kesiapan dan kemampuan pemerintah untuk mengimplementasikannya. Tak terbayang bagainana hasilnya jika kebijakan satu harga gabah telah ditempuh sejak Pemerintahan sebelum Presiden Prabowo manggung.
Di benak petani, kebijakan satu harga gabah dapat disebut sebagai jaminan Pemerintah akan harga yang menguntungkan petani. Secara umum, petani mungkin menyambut gembira kebijakan satu harga gabah karena beberapa alasan, seperti terciptanya
harga yang adil. Kebijakan satu harga gabah dapat memberikan harga yang adil kepada petani, sehingga mereka dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
Bisa juga terjadi pengurangan eksploitasi. Petani tidak lagi dieksploitasi oleh tengkulak atau pedagang yang membeli gabah dengan harga rendah. Atau terjadi peningkatan pendapatan. Dengan harga gabah yang baik, petani dapat meningkatkan pendapatan mereka dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
Selain itu, terjadi kepastian harga. Kebijakan satu harga gabah dapat memberikan kepastian harga kepada petani, sehingga mereka dapat merencanakan produksi dan keuangan mereka dengan lebih baik. Dan bisa juga terjadi peningkatan motivasi. Dengan harga gabah yang adil, petani dapat meningkatkan motivasi untuk meningkatkan produksi dan kualitas gabah mereka.
Berdasarkan gambaran demikian, dapat ditegaskan, kebijakan satu harga gabah dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan produksi gabah, sehingga dapat memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat secara keseluruhan. Kebijakan satu harga gabah, terbukti membuat para petani riang gembira.
Harga gabah yang menguntungkan petani merupakan ukuran penting yang dapat meningkatkan penghasilan petani menuju kesejahteraan hidup yang lebih baik, disamping terjadinya peningkatan produksi cukup signifikan. Dua hal inilah, peningkatan produksi dan harga jual gabah yang menguntungkan, yang jadi penentu kesejahteraan petani.
Semoga menjadi percik permenungan kita bersama.
***
Judul: Keberanian Pemerintahan Prabowo Menetapkan Kebijakan Satu Harga Gabah
Penulis: Ir. Entang Sastraatmadja
Editor: Jumari Haryadi












