MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Minggu (26/10/2025) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “”Kahongkeun”” ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelis Musyawarah Sunda (MMS).
“Kahongkeun” dalam bahasa Sunda artinya “dibuka” atau “diungkapkan”. Kata ini sering digunakan dalam konteks membuka sesuatu yang tertutup atau mengungkapkan sesuatu yang tersembunyi. Contoh :
– “Kahongkeun lawang eta!”. Artinya “Buka pintu itu!”
– “Kahongkeun rusiahna!”. Artinya “Ungkapkan rahasianya!”
Dalam konteks yang lebih luas, “kahongkeun” juga dapat berarti mengungkapkan perasaan, pikiran, atau informasi yang sebelumnya tidak diketahui. Bahkan dalam kehidupan nyata, kahongkeun juga ada kaitannya dengan perselingkuhan seseorang, yang biasanya berhubungan dengan orang yang tengah dimabuk asmara, sehingga hilang akal sehatnya.
Orang yang dimabuk asmara sering kali terlihat seperti kehilangan akal sehat karena beberapa alasan :
Pertama, perasaan yang kuat. Cinta dapat memicu perasaan yang sangat kuat, sehingga membuat seseorang menjadi sangat terobsesi dengan objek cintanya.
Kedua, kehilangan kontrol. Ketika seseorang jatuh cinta, mereka mungkin merasa kehilangan kontrol atas diri sendiri dan perilakunya.
Ketiga, perubahan kimiawi otak. Cinta dapat memicu pelepasan hormon seperti dopamin dan oksitosin, yang dapat mempengaruhi fungsi otak dan membuat seseorang merasa seperti “terbang”.
Keempat, fokus yang sempit. Orang yang jatuh cinta mungkin memiliki fokus yang sempit pada objek cintanya, sehingga mereka mengabaikan hal-hal lain yang penting.
Kelima, pengaruh emosi. Cinta dapat memicu emosi yang kuat, sehingga membuat seseorang menjadi lebih sensitif dan reaktif.
Kombinasi dari faktor-faktor ini dapat membuat seseorang yang dimabuk asmara terlihat seperti kehilangan akal sehat. Namun, perlu diingat bahwa cinta juga dapat membawa kebahagiaan dan kepuasan yang besar.
Fenomena kahongkeun dalam perselingkuhan umumnya terjadi karena para pelakunya memiliki keyakinan bahwa perbuatannya tidak akan diketahui orang lain. Sebut saja ada pasangan yang tengah selingkuh berjanji unruk bertemu di sebuah vila. Mereka yakin perbuatannya tidak akan diketahui atau dicurigai orang lain. Vila itu jauh dari keramaian.
Namun siapa sangka, hari itu dirinya betul-betul sedang apes. Vila yang disewanya, ternyata milik teman isterinya. Kontan saja dirinya gelagapan, ketika akan masuk ke vila itu, bersama selingkuhannya, bertemu dengan teman isterinya. Dalam kehidupan di tatar Sunda, hal demikian sering disebut kahongkeun perbuatan buruknya.
Istilah kahongkeun ternyata tidak hanya berkaitan dengan dunia perselingkuhan. Dalam kehidupan politik pun, sering ditemukan hal-hal yang seperti itu. Beberapa contoh “kahongkeun” dalam dunia politik :
– Pengungkapan skandal korupsi. Ketika sebuah kasus korupsi terungkap, maka itu dapat disebut sebagai “kahongkeun” karena membuka tabir tentang praktik korupsi yang sebelumnya tersembunyi.
– Pengumuman kebijakan baru. Ketika pemerintah mengumumkan kebijakan baru yang sebelumnya dirahasiakan, maka itu dapat disebut sebagai “kahongkeun” karena membuka informasi yang sebelumnya tidak diketahui publik.
– Pengungkapan dokumen rahasia. Ketika dokumen rahasia tentang kebijakan pemerintah atau kegiatan intelijen terungkap, maka itu dapat disebut sebagai “kahongkeun” karena membuka informasi yang sebelumnya dirahasiakan.
– Keterbukaan informasi publik. Ketika pemerintah membuka akses informasi publik yang sebelumnya terbatas, maka itu dapat disebut sebagai “kahongkeun” karena membuka informasi yang sebelumnya tidak tersedia.
Dalam politik, “kahongkeun” dapat memiliki dampak besar pada opini publik dan dapat mempengaruhi dinamika kekuasaan.
Semoga gambaran ini akan jadi proses pembelajaran bagi kita bersama.
***
Judul: “Kahongkeun”
Penulis: Ir. Entang Sastraatmadja
Editor: Jumari Haryadi












