Ekspor Beras Ke Malaysia

oleh: Ir. Entang Sastraatmadja

MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Kamis (22/05/2025) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “Ekspor Beras Ke Malaysia” ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelis Musyawarah Sunda (MMS).

Setelah terjadi diskusi yang cukup hangat antara setuju dan tidak setujunya ekspor beras ke Malaysia, kini terpecahkan juga jalan keluarnya. Lampu hijau ekspor beras ke Negeri Jiran sekarang telah dinyalakan. Presiden Prabowo setuju bila kelebihan produksi beras kita diekspor ke Malaysia dengan titik tekan pada rasa kemanusiaan.

Ir. Entang Sastraatmadja, penulis – (Sumber: tabloidsinartani.com)

Indonesia berencana mengekspor beras ke Malaysia sebanyak 2.000 ton setiap bulan. Berdasarkan informasi terbaru, pemerintah Indonesia telah menyatakan kesiapannya untuk melakukan ekspor beras ke Malaysia. Ekspor ini diharapkan dapat meningkatkan hubungan perdagangan antara kedua negara dan meningkatkan perekonomian Indonesia.

Keuntungan ekspor beras ke Malaysia sebanyak 2000 ton per bulan dapat berdampak positif pada perekonomian Indonesia. Ada beberapa potensi keuntungan jika ekspor beras ini dilakukan. Pertama, meningkatkan pendapatan negara. Ekspor beras dapat meningkatkan pendapatan negara melalui penerimaan pajak dan devisa.

Kedua, meningkatkan kesejahteraan petani*: Ekspor beras dapat meningkatkan permintaan beras dalam negeri, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan harga dan pendapatan. Ketiga, meningkatkan hubungan dagang. Ekspor beras ke Malaysia dapat meningkatkan hubungan dagang antara kedua negara, sehingga dapat meningkatkan kerja sama ekonomi dan politik.

Keempat, meningkatkan citra Indonesia. Ekspor beras ke Malaysia dapat meningkatkan citra Indonesia sebagai negara produsen beras yang berkualitas dan dapat diandalkan. Namun, perlu diingat bahwa keuntungan ekspor beras juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti harga beras di pasar internasional, kualitas beras, dan kebijakan perdagangan antara kedua negara.

Di sisi lain, ekspor beras yang dilakukan, tidak menutup kemungkinan bakal menyebabkan masalah dan resiko yang harus dihadapi. Resiko dilakukannya ekspor beras ke Malaysia dapat meliputi beberapa aspek, seperti terjadinya kekurangan beras di dalam negeri. Ekspor beras dapat menyebabkan kekurangan beras di dalam negeri, sehingga dapat meningkatkan harga beras dan mempengaruhi ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Atau bisa juga membuat Indonesia menjadi tergantung pada ekspor beras ke Malaysia, sehingga dapat mempengaruhi kestabilan ekonomi jika terjadi perubahan pada pasar internasional. Selanjutnya, perubahan harga beras di pasar internasional dapat mempengaruhi keuntungan dari ekspor beras, sehingga dapat mempengaruhi pendapatan negara dan petani.

Tak kalah penting, ekspor beras ke Malaysia dapat menyebabkan ketegangan dengan negara lain yang juga merupakan produsen beras, sehingga dapat mempengaruhi hubungan diplomatik. Itu sebabnya, Pemerintah perlu mempertimbangkan resiko-resiko tersebut dan melakukan perencanaan yang matang untuk memastikan bahwa ekspor beras ke Malaysia dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi Indonesia.

Mengacu pada berbagai tantangan yang perlu dihadapi, maka ada beberapa aspek yang butuh diperhatikan dengan seksama. Setidaknya ada tujuh hal yang utama. Pertama, peningkatan Kualitas Beras. Pastikan kualitas beras yang diekspor memenuhi standar yang ditetapkan oleh Malaysia dan memiliki kualitas yang baik.

Kedua, tentukan harga beras yang kompetitif dengan harga pasar internasional untuk meningkatkan daya saing. Ketiga, pastikan petani lokal dapat memproduksi beras dengan kualitas yang baik dan kuantitas yang cukup untuk memenuhi permintaan ekspor. Keempat, pastikan infrastruktur seperti pelabuhan, gudang, dan transportasi memadai untuk mendukung ekspor beras.

Kelima, pastikan semua dokumen dan regulasi yang diperlukan untuk ekspor beras ke Malaysia telah dipenuhi dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Keenam, jalin komunikasi yang baik dengan pihak Malaysia untuk memastikan bahwa semua persyaratan dan prosedur ekspor telah dipenuhi.

Dan ketujuh, lakukan monitoring dan evaluasi secara terus-menerus untuk memastikan bahwa ekspor beras ke Malaysia berjalan lancar dan sesuai dengan rencana. Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, Indonesia dapat meningkatkan peluang keberhasilan ekspor beras ke Malaysia dan memperkuat hubungan perdagangan antara kedua negara.

Ekspor beras adalah kegiatan menjual beras dari suatu negara ke negara lain. Dalam konteks perdagangan internasional, ekspor beras berarti bahwa suatu negara memproduksi beras lebih banyak daripada kebutuhan dalam negerinya, sehingga dapat menjual kelebihan produksi tersebut ke negara lain yang membutuhkan.

Dalam suasana kekinian, dimana produksi beras Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan, menjadi sangat masuk akal kalau Pemerintah menerapkan kebijakan ekspor beras. Terlebih adanya permintaan formal dari Malaysia yang saat ini tengah kesulitan beras. Artinya, langkah bijak Presiden Prabowo meluluskan permintaan Malaysia terkait impor beras ini, patut diberi apresuasu

Semoga ekspor beras ke Malaysia yang direncanakan sebesar 2000 ton per bulan ini akan menjadi kekuatan awal untuk menampilkan Indonesia sebagai salah satu eksportir beras terbesar di dunia. Kita tentu berharap hal ini menjadi kenyataan. Bukan cuma omon-omon.

***

Judul: Ekspor Beras Ke Malaysia
Penulis: Ir. Entang Sastraatmadja
Editor: Jumari Haryadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *