MajmusSunda News – Bandung, Minggu (18/10/2026) – Pusat Budaya Universitas Padjadjaran (UNPAD) meluncurkan Akademi Tembang Sunda di Bale Rumawat Universitas Padjadjaran, Jalan Dipati Ukur Nomor 35, Bandung, pada Minggu, 18 Oktober 2026. Kepala Pusat Budaya Sunda UNPAD, Prof. Dr. Ir. Ganjar Kunia, DEA, meresmikan akademi yang menawarkan pelatihan seni vokal Kembang Sunda dan Cianjuran tersebut.

Peluncuran Akademi Tembang Sunda menepis anggapan umum tentang meredupnya seni suara tradisional Sunda dan ketidakminatan generasi masa kini. Pelatihan seni vokal Kembang Sunda dan Cianjuran mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Pendaftar mencapai 71 orang, ditambah 40 pendaftar lanjutan dan sekitar 110 pendaftar rombongan, melampaui perkiraan awal penyelenggara.

Hal menarik terlihat dari dominasi pendaftar kalangan usia muda, menantang stereotip ketidakpedulian generasi muda terhadap seni tradisi. Padahal, lagu-lagu Sunda Cianjuran dikenal sebagai genre paling sulit dalam seni suara Sunda karena membutuhkan kontrol vokal rumit dan penjiwaan mendalam. Antusiasme generasi muda terhadap genre tersulit ini bahkan mengejutkan penyelenggara.

Akademi Tembang Sunda menerapkan skema pembiayaan inovatif tanpa biaya pendidikan umum (SPP), hanya mewajibkan peserta berlangganan majalah Manglé bulanan sebesar Rp25.000. Skema ini menjaga literasi budaya Sunda sekaligus membuka akses pendidikan seni yang luas. Pembagian kelas tidak berdasarkan usia, melainkan murni hasil evaluasi rekaman vokal peserta yang dikirimkan secara mandiri tanpa bantuan orang lain.

Sebagai program pendidikan non-gelar UNPAD, pelatihan berlangsung selama enam bulan dengan sekitar 20 pertemuan setiap Jumat sore. Peserta akan menerima ijazah atau sertifikat resmi yang ditandatangani Kepala Pusat Budaya Sunda UNPAD setelah menyelesaikan program. Ujian Tengah Semester (UTS) diselenggarakan setiap tiga bulan dalam bentuk pementasan seni langsung di atas panggung, dibimbing oleh para juara seni vokal Sunda terkemuka.
Judul: Akademi Tembang Sunda UNPAD Ajak Generasi Muda Lestarikan Cianjuran
Penulis: Asep Zaenal Mustofa
Editor: Parkah












