MajmusSunda News, Kairo, Mesir, Sabtu, 29 Januari 2026 – Di hari ulang tahunnya yang ke-62, sastrawan Indonesia sekaligus pinisepuh Sunda, Halimah Munawir, mencatatkan tonggak bersejarah bagi sastra Nusantara. Ia meluncurkan buku puisi trilingual berjudul Keagungan Kota Suci / The Majesty of The Holy City / عظمة المدينة المقدسة di Kairo, Mesir—pusat peradaban Islam dan literasi Arab dunia—sekaligus mengukuhkan sastra daerah Indonesia sebagai bagian dari percakapan budaya global.
Buku yang diterbitkan bersama oleh penerbit Mesir Dar El Sholeh dan penerbit Indonesia Majmu Publishing (anak perusahaan PT Majmu Musti Sundaya) ini memuat himpunan puisi dalam empat bahasa: Indonesia, Sunda, Inggris, dan Arab. Peluncuran resmi yang digelar di Kairo mendapat sambutan hangat dari kalangan akademisi, sastrawan Arab, dan komunitas diaspora Indonesia di Mesir.

Dalam sambutannya, Mr. Abdul Muta’ali, Ph.D., Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, menegaskan peran strategis sastra sebagai diplomasi budaya. “Sastra memiliki kemampuan memperkenalkan identitas bangsa secara halus namun mendalam. Karya Ibu Halimah membuktikan bahwa nilai-nilai lokal Indonesia mampu berdialog dengan peradaban dunia,” ujarnya.
Bagi Halimah, peluncuran ini lebih dari sekadar penerbitan buku. “Alhamdulillah, ini bukan hanya peluncuran buku, tetapi perjumpaan budaya dan batin,” ungkapnya yang juga menjabat Ketua Umum Obor Sastra Indonesia. Ia menuturkan bahwa penerbit Mesir langsung tertarik begitu naskah rampung karena melihat “kejujuran rasa dan kedalaman spiritual yang universal” dalam karyanya—refleksi ziarah batin ke Tanah Haram yang diramu dengan bahasa puitik lintas budaya.

Pinisepuh yang Membawa Sunda ke Panggung Dunia
Sebagai pinisepuh—sosok yang dalam tradisi Sunda memikul tanggung jawab moral ngariksa basa, ngajaga rasa, jeung miara budaya—Halimah Munawir telah puluhan tahun konsisten menggali kearifan lokal Nusantara, spiritualitas, dan pengalaman kemanusiaan universal. Kehadiran bahasa Sunda dalam buku yang diluncurkan di jantung dunia Arab ini menjadi manifestasi nyata komitmennya: bahasa daerah memiliki kapasitas setara untuk mengungkapkan pengalaman spiritual kemanusiaan.
“Sunda punya kosakata batin yang sangat kaya untuk berbicara tentang ketuhanan, kerinduan, dan kepasrahan,” tegasnya dalam sesi diskusi di Kairo. Nilai-nilai khas Sunda seperti silih asih, silih asah, silih asuh pun meresap halus dalam puisi-puisinya, menyandingkan relasi manusia dengan Tuhan dan sesama manusia.

Kolaborasi Lintas Peradaban
Proses penerbitan buku ini menjadi tantangan sekaligus kebanggaan bagi Majmu Publishing. Asep Zaenal Mustofa, Direktur Utama PT Majmu Musti Sundaya yang juga bertindak sebagai editor, mengaku terkejut sekaligus tersanjung ketika ditantang menerbitkan karya empat bahasa. “Kami tidak bisa menolak. Ini tantangan, tapi juga kehormatan karena melibatkan banyak tokoh hebat,” ujarnya.
Buku ini diperkaya pengantar dari Laksamana (Purn) Dr. Ade Supandi, S.E., M.A.P., Prof. Dadang Kahmad (Guru Besar Emeritus Universitas Muhammadiyah Bandung), dan Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA (Pinisepuh Majelis Musyawarah). Testimoni disumbangkan oleh Denny JA, Komisaris Utama PT Pertamina Hulu Energi, serta para sastrawan Fatin Hamama, Sastri Bakry, Elza Feldi Taher, dan Nazrina Zuryani. Proses alih bahasa melibatkan Asep Ganjar Purnama (Sunda), Asep Jumari Haryadi (Inggris), R. Thohir Ashari (Arab), serta kontribusi khusus dari Dina Nofijar Putri, putri Halimah Munawir.
Diplomasi Sastra yang Menggema
Peluncuran Keagungan Kota Suci di Kairo menegaskan posisi sastra Indonesia—khususnya sastra Sunda—sebagai kekuatan diplomasi budaya yang mampu menembus batas geopolitik. Untuk pertama kalinya, suara kepinisepuhan Sunda bergema di pusat peradaban Arab, membawa pengalaman spiritual dari Tatar Sunda ke ruang diskursus sastra Islam internasional.
Halimah Munawir hadir bukan hanya sebagai penyair, tetapi sebagai jembatan antar-generasi, antar-budaya, dan antar-peradaban. Ia membuktikan: menjadi pinisepuh bukan berarti berhenti melangkah, melainkan justru berani membuka jalan agar warisan bahasa dan budaya tetap hidup, relevan, dan berbicara dalam percakapan dunia yang terus berubah.
=== Galeri Foto ===




*****
Judul: Halimah Munawir Gaungkan Sastra Sunda ke Pusat Peradaban Islam, Luncurkan “Keagungan Kota Suci” di Kairo
Reporter: Asep Zaenal Mustofa & Dulloh
Editor: AN














